JAKARTA - Sejumlah pihak mengimbau pemerintah agar menghapus program D-3 lantaran dianggap tidak efektif. Sebab banyak lulusan D-3 yang pada akhirnya melanjutkan kuliah S-1 yang bersifat teori dan bukan mengambil D-4 dengan tujuan sarjana terapan.
Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir pun angkat bicara. Menurutnya, program D-3 tidak akan dihapus namun akan direvitalisasikan. Kualitas D-3 justru akan ditingkatkan agar menghasilkan pendidikan vokasi yang berkualitas.
“Bukan dihapus, isu di lapangan dengan isu yang sesungguhnya berbeda. D-3 akan kita revitalisasi. D-3 akan kami dorong terus. Kalau ingin ditingkatkan menjadi D-4, silakan. Namun D-3 akan tetap kita jaga. Saya ingin menghasilkan pendidikan vokasi yang berkualitas," tutur Nasir kepada Okezone di Gedung Inews Center, Jakarta, baru-baru ini.
Ia menambahkan, kedepan Kemristekdikti justru akan memperbanyak program D-3 untuk memenuhi kebutuhan sumber daya Indonesia.
Sebelumnya diberitakan, Universitas Gadjah Mada (UGM) berencana untuk menghapus program D-3 untuk semua jurusan pada 2019 nanti. Rencananya, UGM akan mengembangkan sekolah vokasi D-3 menjadi program D-4. Fokus D-4 merupakan kebijakan internal UGM dan kebijakan tersebut dilakukan sesuai kebutuhan industri.
(Susi Fatimah)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik