JAKARTA - Dari empat esai yang lumrah diminta oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), essay on the spot pada tahapan seleksi substansilah yang dianggap sulit. Dalam essay on the spot ini, para pelamar akan sulit menebak apa yang akan ditulis sebab setiap isu yang berkembang berpotensi dijadikan bahan tulisan.
"Untuk persiapan essay on the spot dan leaderless group discussion (LGD), setiap hari saya membaca koran nasional dan lokal, membaca majalah, nonton berita dan memantau berita online. Selain itu, saya petakan 10-15 isu dalam sehari. Memang terkesan ribet, tapi itu yang saya lakukan demi kelulusan saya di seleksi substansi," tutur Penerima Beasiswa LPDP 2017 Program Magister Luar Negeri, Shulhan Rumaru kepada Okezone, Jumat (26/1/2018).
(Baca juga: Tips Lolos Seleksi Administrasi Beasiswa LPDP)
Tantangan lainnya, sambung Shulhan, bahasa yang digunakan untuk menulis essay on the spot bagi calon pelamar LPDP luar negeri adalah bahasa Inggris. Sehingga, mau tidak mau, suka tidak suka, kamu harus latihan menulis dalam bahasa Inggris. Berikut beberapa tips dalam menulis essay on the spot.
1. Tulislah essay on the spot dengan pola deduktif-induktif. Hal ini mempermudah pemetaan informasi yang hendak ditulis dan pengunaan kosa katanya pun lebih umum jika diwajibkan menulis dalam bahasa Inggris, minimal 4-6 paragraf atau setara 150-350 kata.
2. Sistematika penulisan bisa menggunakan penulisan esai pada umumnya, terdiri dari paragraf pembuka, isi tulisan (jelaskan inti permasalahan dan tawarkan solusi), dan penutup atau kesimpulan umum.
3. Pantau perkembangan isu terbaru dari berbagai media dan petakan semua isu secara sistematis dan terstruktur, bila perlu gunakan metode mind mapping. Hal ini sangat membantu kamu memahami suatu isu secara komprehensif dan memudahkan untuk menuangkan dalam tulisan bahkan menjelaskannya pada tim penguji jika kebetulan isu itulah yang diujikan dalam tahapan seleksi Leaderless Group Discussion (LGD) maupun dalam wawancara.