(Baca juga: Daoed Joesoef Dikenal sebagai Penghapus Politik Kampus)
Sebagai penulis, Daoed Joesoef tak hanya menelurkan "Emak", tetapi sejumlah warisan intelektual lainnya seperti "Dia dan Aku: Memoar Pencari Kebenaran", "Teman Duduk: Kumpulan Cerpen", "Borobudur", "Dua Pemikiran tentang Pertahanan Keamanan dan Strategi Nasional".
Selanjutnya "10 Wacana tentang Aneka Masalah Kehidupan Bersama", "Dua Renungan tentang Manusia, Masyarakat dan Alam", "Anak Tiga Zaman: Rekam Jejak", "Bukuku Kakiku", "Imagined Affandi".
Lagi-lagi yang memotivasinya membagikan isi pemikirannya adalah sosok Emak, yang mengatakan, "Kita tidak akan kehilangan apa-apa dengan menceritakan pada orang lain".
Uniknya, Daoed mengetik semua karyanya tersebut dengan menggunakan mesin ketik alasannya jika tak mendengar suara ketikan, idenya tidak keluar. Kini sosok tokoh bangsa yang multitalenta telah berpulang pada yang Maha Kuasa, namun pemikirannya akan abadi dalam setiap karya-karyanya.
(Susi Fatimah)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik