Di tengah kesibukannya kuliah dan mengajari anak-anak dalam bimbingan belajar, Siti tetap berupaya membantu pekerjaan orang tua, setiap pagi membuat bumbu sate sebelum berangkat kuliah.
Perempuan kelahiran Sampang, Madura, 21 Juni 1991 itu dikenal sebagai pribadi yang pintar, ulet dan percaya diri di kalangan teman kuliahnya. Peraih juara 3 Lomba Debat Bahasa Inggris tingkat universitas itu mengaku tidak pernah malu dengan keadaannya.
Siti saat ini sedang mengambil kursus Bahasa Jepang selagi menunggu mendapat panggilan dari lamaran pekerjaan yang dia kirimkan. Menjadi wanita karier merupakan target jangka pendeknya. Ke depannya dia ingin mendirikan usaha sendiri dan membangun sebuah perpustakaan di mana semua orang bisa membaca gratis.
Ayah Siti, Jalaludin mengatakan Siti anak nomor tiga dari lima bersaudara dan hanya dia yang kuliah. Ia menuturkan Siti anak yang mandiri sejak kecil, untuk biaya kuliah dia mencari sendiri dengan mengadakan bimbingan belajar.
"Saya sehari-hari jualan sate keliling, kalau istri saya jualan sate di Pasar Payaman. Penghasilan pas-pasan untuk biaya lima orang anak. Tetapi, Siti dari SD sudah mulai cari biaya sendiri buat sekolah. Bisa sekolah tanpa merepotkan bapak ibu saja alhamdulillah, apalagi Siti jadi lulusan terbaik," katanya.
(Susi Fatimah)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik