MAGELANG - Sekelompok peserta Program Kreativitas Mahasiswa Teknologi Univesitas Tidar Kota Magelang, Jawa Tengah, menciptakan mesin pemipih adonan untuk proses produksi emping singkong yang kemudian diberi nama "Pidapuring".
Ketua kelompok mahasiswa PKM-T Untidar Kota Magelang Ari Aprianto, mengatakan alat itu untuk mengubah cara kerja manual para pembuat emping singkong selama ini.
Ide awal pembuatan alat dengan biaya sekira Rp4 juta itu, ujarnya, ketika tim melihat proses produksi emping singkong secara manual di industri rumahan milik Slamet, warga Desa Blongkeng, Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang.
Tim PKM-T Untidar itu, terdiri atas Ari Aprianto, Abdullah Labib, Adi Farhan Khamid, Aji Setiyawan, dan Rinaldi Ridho Arrahman. Beberapa waktu lalu, tim tersebut mengikuti proses monitoring dan evaluasi pelaksaan program tersebut di Semarang.
"Industri rumahan emping singkong yang dikerjakan Pak Slamet masih manual, menguras banyak tenaga dan alatnya masih sederhana. Padahal permintaan pasar melebihi jumlah produksi," ujarnya.