Advertisement
Advertisement

Waduh! Beda Generasi, Kampus Terapkan Etika Berkomunikasi Antara Dosen & Mahasiswa

Siska Permata Sari , Jurnalis-Sabtu, 07 Oktober 2017 |13:09 WIB
Waduh! Beda Generasi, Kampus Terapkan Etika Berkomunikasi Antara Dosen & Mahasiswa
(Foto: Tibco)
A
A
A

Sementara itu menurut Kepala Unit Penjaminan Mutu Akademik dan Satuan Pengawas Internal Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI), Teguh Kurniawan mengakui adanya persoalan komunikasi antara mahasiswa saat ini dengan kalangan dosen. Ia menilai, kondisi ini terjadi karena perbedaan generasi antara mahasiswa dan dosen.

"Terkadang mahasiswa melakukan komunikasi dengan gaya berbeda. Kebiasaan yang sering dilakukan misalnya mereka sering menyingkat kata. Karenanya, bahasa itu tidak dipahami. Jadi imbauan ini agar tidak menyingkat kata," jelas Teguh.

Serupa dengan perkataan Rifelly dan Teguh, pengamat sosial budaya UI Devi Rahmawati menilai adanya "Etika berkomunikasi" yang baru saja dikeluarkan UI bulan lalu merupakan suatu upaya untuk memberikan pengetahuan alternatif dan pengalaman bagi milenial agar dapat hidup harmoni dengan generasi lain. Sebab, kata Devi, generasi ini lahir dengan mantra download dan delete, di mana semuanya serba mudah dan cepat.

Ia menjelaskan, hadirnya generasi milenial ini tercipta dari dua faktor yakni arsitektur teknologi dan kultur pengasuhan rumah. Artinya, teknologi yang serba cepat dan efisien membuat para milenial terbiasa hidup dengan gaya teknologi. "Misalnya kosa kata milenial yang sangat sederhana dan singkat karena adanya aplikasi seperti Twitter yang hanya menyediakan kata sebanyak 140 karakter," papar dia.

Selain itu, ungkap Devi, kebebasan berekspresi di dunia maya juga menjadi salah satu faktor tambahan. "Di media sosial mereka bisa menyapa dan mengkritik orang-orang terkenal dengan mudah, mereka juga merasa seyogianya hal yang sama juga dapat dilakukan pada dosen atau guru di sekolah," tambahnya.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement