Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Siswa Berkebutuhan Khusus Ini Ditolak Daftar Sekolah

Siswa Berkebutuhan Khusus Ini Ditolak Daftar Sekolah
Foto: Ilustrasi Okezone
A
A
A

SURABAYA - Dewan Pendidikan Jawa Timur menanggapi pengaduan sejumlah perwakilan wali murid ke DPRD Surabaya, terkait anak mereka yang berkebutuhan khusus atau inkluisi ditolak masuk mendaftar oleh beberapa SMK Negeri.

"Apa yang dilakukan oleh perwakilan wali murid itu ada baiknya juga dilanjutkan ke Komisi E DPRD Provinsi, apalagi ini menyangkut SMK," kata anggota Dewan Pendidikan Jawa Timur Isa Ansori di Surabaya, Selasa (4/7/2017).

Menurut dia, bagi masyarakat semestinya juga diharapkan bisa memahami kesulitan sekolah menyediakan layanan khusus, karena yang dilakukan oleh sekolah berkaitan dengan kebijakan dinas pendidikan.

"Sehingga masukan ke Komisi E bisa dijadikan bahan rekomendasi perbaikan layanan pendidikan inklusi," katanya.

Namun demikian, lanjut dia, pihaknya mengapresiasi apa yang dilakukan oleh para wali murid yang anaknya tergolong inklusi. Hal ini menunjukkan kesadaran pentingnya pendidikan bagi anak-anak senasib.

"Ini juga menjadi koreksi bagi pemerintah akan pentingnya menyediakan layanan pendidikan inklusi yang baik sebagaimana yang diharapkan oleh masyarakat," katanya.

Salah satu wali murid warga Surabaya Iftahur Rojiminiwati sebelumnya mengatakan sempat dianjurkan anaknya untuk bersekolah di Sekolah Luar Biasa (SLB) atau SMK yang menampung siswa inklusi.

Hanya saja anaknya yang dari SMP 39 Surabaya, Rohmat Irfan Numajid mengalami slow learn (lambat belajar) sehingga ia ingin menyekolahkan ke SMK Negeri.

Namun ia beserta anaknya merasa seperti dipimpong oleh SMK Negeri tempatnya mendaftar. Awalnya mendaftarkan anaknya ke SMK Negeri 6 tapi disarankan ke SMK 8 atau SMK 4 yang ada guru khusus siswa inklusi.

"Setelah saya ke SMKN 8 malah tidak diterima. Saya coba ke SMK swasta malah di swasta itu tidak menerima anak berkebutuhan khusus," katanya.

Ketua DPRD Surabaya Armuji menyarankan agar persoalan anak berkebutuhan khusus ini cepat ditangani Pemprov Jatim agar tidak berkelanjutan, segera ada jalan keluarnya.

"Saya rasa teman-teman di DPRD Provinsi tahu akan masalah seperti ini. Ayolah dibantu agar tidak menjadi beban di kemudian hari bagi anak-anak berkebutuhan khusus ini," katanya.

(Susi Fatimah)

Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement