Oleh karena itu, katanya, pihaknya akan mengumpulkan data siswa dan sekolah yang tidak validasi untuk kepentingan pengiriman surat terkait siswanya yang diterima melalui jalur undangan dan tidak melakukan daftar ulang. Implikasinya, untuk penentuan rumus tahun depan. Indeks kelolosan sekolah tersebut bisa dikurangi.
Lebih lanjut, Kusmartono mengatakan rata-rata peserta yang lolos SBMPTN dan tidak melakukan registrasi rata-rata sekira 10 persen, kecuali untuk Program Studi Kedokteran, Akuntansi dan beberapa Program Studi ang banyak peminatnya. Peserta yang diterima di Program Studi tersebut biasanya 100 persen daftar ulang, kecuali karena sakit.
Jumlah pendaftar di UB secara keseluruhan, baik jalur SNMPTN dan SBMPTN sekira 200 ribu orang dan yang diterima hanya 10 ribu orang, sehingga rasio keketatan persaingan utnuk mendapatkan kursi sebagai mahasiswa UB 1 banding 20 orang. Namun, yang paling ketat persaingannya masih di Fakultas Kedokteran (FK).
Menyinggung pendaftaran jalur mandiri, Kusmartono mengatakan dibuka pada 14 Juni hingga 8 Juli. Ada tiga komponen untuk penerimaan jalur mandiri tersebut, yakni nilai saat mengikuti SBMPTN, nilai Ujian Nasional (UN) dan nonakademik.
"Nonakademik ini dari berbagai prestasi yang telah diraih peserta sebagai juara di tingkat nasional, provinsi atau kota, seperti juara MTQ atau lainnya," ujarnya.
(Susi Fatimah)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik