Sementara itu, lanjut Imran, ujian nasional tahun ini masih seperti tahun 2016 lalu, di mana sebagian sekolah masih menggunakan lembaran jawaban komputer dan sebagian menggunakan sistim komputer. Namun jumlah sekolah yang menggunakan sistim komputer tahun ini lebih meningkat dibandingkat tahun lalu.
“Tahun lalu hanya 16 sekolah sementara tahun ini 87 sekolah yang tersebar di seluruh kabupaten kota. Ini karena adanya kebijakan gubernur yang memberikan dana pengadaan komputer," ujar dia.
Sementara untuk jumlah peserta ujian, dia mengaku belum bisa pastikan karena masih menunggu laporan sekolah. “Untuk anggaran ujian kali ini diusulkan pada APBD Rp30 miliar lebih. Anggaran ini mulai dari tahapan penyusunan soal, pencetakan, distribusi dan pelaksanaan,” kata Imran.
(Ranto Rajagukguk)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik