Meskipun biaya murah, kata dia, tidak berarti kualitas pendidikan di kampus ini rendah dan diremehkan. "Kami punya semangat untuk tetap menjaga mutu pendidikan di kampus ini," katanya.
Dia menyebut, sejak melaksanakan kegiatan belajar mengajar pasca eksodus dari Timor Timur dengan nama Universitas Timor Timur (Untim) pada 1999, animo masyarakat untuk menuntut ilmu di kampus tersebut sangat tinggi.
Hingga kini sudah mencapai 6.000 mahasiswa dari Timor Leste yang menyebar di empat fakultas, masing-masing Fakultas Pertanian, Ekonomi, Fisipol dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.
"Tahun ini akan ditambah satu fakultas sains dan teknologi dan akan menjadi lima fakultas dengan 15 program studinya," kata Rektor Sirilus Seran.
Sementara jumlah dosen saat ini mencapai 160 orang dan 170 pegawai. "Dengan kondisi ini kita terus bersemangat untuk memberikan yang terbaik bagi output mahasiswa dari kampus ini," katanya.