JAKARTA - Wakil Ketua Komisi X DPR, Fikri Faqih, menginginkan pemerintah benar-benar melakukan verifikasi secara mendalam mengenai konsisi sarana dan prasarana pendidikan yang terdapat di berbagai daerah.
"Data Pokok Pendidikan menyebutkan ada 1,8 juta kelas di Indonesia dan 1,3 juta dinyatakan rusak. Itu angka saja, maka perlu adanya verifikasi yang mendalam dan dokumentasi yang jelas," kata Fikri Faqih dalam rilis yang diterima di Jakarta, Jumat (23/12/2016).
Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menyoroti keakuratan angka tersebut karena bila benar berarti hanya 500 ribu kelas saja yang layak.
Karena itu, saat melakukan pengecekan lapangan, Fikri meminta pemerintah tidak hanya melihat fisik bangunan saja, melainkan memberikan catatan khusus mengenai kejadian yang berdampak ke lingkungan sekolah tersebut.
Sehingga dokumentasi tersebut, lanjutnya, bisa menjadi catatan yang akan dipertimbangkan oleh Kementerian Keuangan untuk memberikan alokasi bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan.