YOGYAKARTA - Sebanyak 150 pelajar sekolah menengah atas dan kejuruan (SMA/SMK) dari berbagai sekolah menggelar pameran dan pertunjukan seni di Gedung Purna Budaya, Universitas Gajah Mada UGM), Jumat 29 Juli malam. Kegiatan Belajar Bersama Maestro (BBM) itu digelar untuk menguatkan jati diri dan membangunan karakter bangsa melalui pembelajaran seni budaya pada generasi muda.
Sedianya, Anies Baswedan akan menghadiri pameran dan pertunjukan yang dihelat oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemdikbud tersebut. Ditengarai karena di-reshuffle, Anies yang tak lagi menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu pun batal hadir.
"Sedianya Bapak Anies menghadiri acara ini karena beliau yang menggagas kegiatan ini. Karena suatu hal, beliau tidak bisa hadir," kata Direktur Kesenian Ditjen Kebudayaan, Endang Caturwati saat memberi sambutan.
Suasana tampak hening sejenak saat Endang menyampaikan informasi itu dengan tertunduk. Endang lalu melanjutkan sambutannya dengan menyampaikan permohonan maaf jika masih banyak kekurangan dalam kegiatan ini. Dia juga berterima kasih pada 10 maestro yang telah sudi mentransfer ilmu pada para pelajar selama 10 hari.
Endang menuturkan, terdapat 605 pelajar dari 25 provinsi yang menginginkan BBM ini. Namun, tidak semua peserta bisa masuk karena pihaknya hanya menarget sebanyak 150 pelajar.
"Selamat pada peserta yang selama 10 hari menimba ilmu dan pengalaman serta pelajaran kehidupan dari para maestro yang mungkin tidak diperoleh di bangku sekolah," ucapnya.
Maestro yang hadir tersebut itu adalah Tom Ibnur dari Jambi yang merupakan maestro seni melayu, Temu Misti dari Banyuwangi yang merupakan maestro tari gandrung, dan Ni Ketut Arini dari Bali merupakan maestro tari Bali.
Kemudian, maestro seni teater, yakni Nano Riantiarno asal Jakarta yang tak lain maestro teater modern dari Teater Koma dan Sirajul Huda asal Kalimantan Selatan yang merupakan maestro teater tradisi Mamanda.
Seni musik dengan maestro Sundari Soekotjo yang tak lain maestro keroncong, Ismet Ruchimat asal Bandung yang merupakan maestro seni musik etnik Samba Sunda, dan Amaq Raya asal Lombok yang merupakan maestro seni musik tradisi Gendang Beleq.
Kemudian maestro seni rupa Putu Sutawijaya dari Yogyakarta. Pria kelahiran Bali itu banyak menimba ilmu di Kampus ISI Yogyakarta. Karya-karyanya juga tak asing bagi seni rupa di Yogyakarta. Terakhir, I Made Sidia asal Bali yang tak lain pelaku seni multimedia.
Pameran dan pementasan seni budaya oleh kalangan pelajar itu sendiri berlangsung meriah. Sambutan hangat ratusan orang yang menghadiri kegiatan itu tak bosan menyimak hingga acara berakhir pada tengah malam. (ira)
(Rifa Nadia Nurfuadah)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik