"Tapi, kami akan berusaha rumah warga yang diinapi mahasiswa asing itu akan berada di dekat rumah yang berisi mahasiswa campuran antara mahasiswa asing dan Indonesia. Sehingga akan memudahkan komunikasi bila mahasiswa asing memerlukan bantuan dalam berkomunikasi dengan warga atau orangtua asuh," ucapnya.
Terkait keterlibatan anak Presiden itu, ia mengatakan pihaknya tidak akan memberikan perlakuan yang berbeda dengan mahasiswa lain. Sebab, tujuan COP untuk belajar mensyukuri diri, berinteraksi dengan masyarakat yang berbeda budaya, dan sebagainya.
"Karena itu, kami tidak memberi perlakuan berbeda agar tujuan COP tercapai. Namun perbedaan yang mungkin teknis adalah pengamanan dari Paspamres yang sudah beberapa hari ini di Surabaya dan bahkan meninjau lokasi COP di Mojokerto juga. Kalau soal pengamanan yang berbeda itu kami dapat memahami, meski Kaesang sendiri enggak suka itu," kata Rolly.
Ia menambahkan COP 2016 yang bertema "Keep Blessing The Nations" itu akan diisi berbagai kegiatan. Di antaranya mengajar anak-anak desa, bantuan fisik seperti mengecat sekolah atau mendirikan fasilitas tenaga listrik solar cell, dan atraksi budaya seperti tari dan makanan untuk masyarakat desa.
(Abu Sahma Pane)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik