Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tak Ada Jual Beli Kursi PTN

Iradhatie Wurinanda , Jurnalis-Kamis, 30 Juni 2016 |11:10 WIB
Tak Ada Jual Beli Kursi PTN
Foto: Ilustrasi (Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - Bagi orang Indonesia, diterima kuliah di perguruan tinggi negeri (PTN) masih merupakan suatu hal yang dianggap prestise dan membanggakan. Alhasil, para siswa termasuk orangtuanya berlomba-lomba ingin meraih bangku di PTN. Pada Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2016 saja pendaftar mencapai 721.327 orang, sedangkan yang lolos hanya 126.804 orang atau sekira 17 persen.

Ketatnya masuk PTN membuat sejumlah oknum menghalalkan cara untuk dapat diterima di kampus impian, dari mulai praktik perjokian hingga titip-menitip kursi. Namun, menurut Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti), Intan Ahmad, saat ini semua ditentukan oleh nilai dan prestasi akademis setiap calon mahasiswa baru.

"Masalahnya orang mulai sadar kalau mau diterima di PTN, maka nilai yang menentukan. Apalagi model SNMPTN atau SBMPTN sama-sama tahu kami nilainya," ujarnya kepada Okezone dalam media gathering di Kemristekdikti, Jakarta, belum lama ini.

Intan mengungkapkan, penerimaan mahasiswa baru merupakan salah satu otonomi kampus sehingga yang menentukan adalah rektor masing-masing. Oleh sebab itu, diadakan seleksi supaya PTN dapat memperoleh calon mahasiswa baru yang memang layak secara akademis.

"Ini otonomi untuk menerima. Tetapi saat SNMPTN dan SBMPTN itu semua panitia tahu sama tahu nilai siswa. Sehingga, tidak mungkin bisa diangkat mereka yang nilainya di bawah menjadi ke atas," tuturnya.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement