Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Konsep Pembelajaran Ki Hadjar Dewantara Harus Menyenangkan

Prabowo , Jurnalis-Senin, 02 Mei 2016 |10:00 WIB
Konsep Pembelajaran Ki Hadjar Dewantara Harus Menyenangkan
Perguruan Tamansiswa. (Foto: Prabowo/Okezone)
A
A
A

YOGYAKARTA - Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hadjar Dewantara mengajarkan, pendidikan harus menjadi kegiatan yang menyenangkan. Konsep tidak memberi beban pada siswa didik agar tidak tertekan itu kini digalakkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan.

"Konsep pendidikan yang menyenangkan itu saat ini sudah diterapkan pemerintah," kata Ketua Umum Majelis Luhur Tamansiswa Yogyakarta, Ki R Suharto, ketika ditemui Okezone, belum lama ini.

Nyatanya, konsep pendidikan menyenangkan tersebut ala Ki Hadjar Dewantara sejak jauh hari sudah diterapkan Tamansiswa. Pemberian nama Taman pada lembaga pendidikan Tamansiswa, misalnya, memberi kesan yang menyenangkan.

"Yang namanaya taman itu kan yang indah-indah, menyenangkan. Begitu juga dengan Tamansiswa, tempat yang menyenangkan bagi siswa," jelasnya.

Menurutnya, implementasi semboyan dalam ajaran Ki Hadjar Dewantara harus benar diamalkan. Tanpa implementasi, semboyan yang terkenal sampai saat ini dipakai dunia pendidikan tidak memberi manfaat.

"Ing ngarso sung tulodo (di depan memberi contoh), memberi contoh yang baik, pemimpin harus memberi contah yang baik. Itu perlu diterapkan," katanya.

Begitu juga semboyan kedua, Ing madyo mangun karso (di tengah memberi semangat), dan terakhir Tut Wuri Handayani (di belakang memberi semangat atau dorongan). Ketiga komponen itu, ujar Suharto, mestinya diamalkan dalam hidup.

"Hasil pendidikan tidak hanya diukur dari pengetahuan (kognitif), tetapi juga dari afektif dan psikomotoriknya atau dalam konsep pendidikan Ki Hadjar Dewantara adalah Ngerti (kognitif), Ngerasa (afektif), dan Ngelakoni (psikomotorik)," imbuhnya.

Suharto menjelaskan, proses pembelajaran tak sebatas teori tapi dipraktikkan dalam kehidupan. Tak heran, kesuksesan pendidikan harus mendapat dukungan dari semua pihak.

"Ki Hadjar Dewantara sendiri memusatkan pendidikan pada tiga instrumen, dimulai dari lingkungan keluarga, masyarakat, dan lembaga pendidikan di sekolah," tandasnya.

Ikuti try out online SBMPTN 2016 Okezone di laman: tryout.okezone.com pada 25 April-10 Mei. Ada hadiah menarik bagi peserta dengan nilai tertinggi, lho!

(Rifa Nadia Nurfuadah)

Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement