"Padahal saya anak kampung, tetapi percaya diri saja. Selain itu, saya juga menjadikan guru sebagai role model karena mereka sudah pernah melakukan perjalanan ke berbagai negara untuk belajar. Jadi pertama kecintaan terhadap ilmu baru mengurus teknis aplikasinya. Coba terus, ingat Man Jadda Wajada!" ucapnya.
Selama menempuh studi, Ahmad menilai Inggris merupakan negara yang multikultural. Dia juga suka dengan sistem pengajaran di sana yang menekankan dialog dan diskusi untuk bertukar ide. Meski begitu, dia juga sempat mengalami kesulitan berbahasa lantaran belum terbiasa dengan aksen orang Inggris.
"Yang paling penting saat belajar ke luar negeri itu jalan-jalan. Saya di sana kalau akhir pekan jalan-jalan, sambil membawa kamera, gunanya untuk belajar menciptakan cerita. Sampai akhirnya jadilah Negeri 5 Menara," terangnya.
Dia menambahkan, mendapatkan penghargaan Social Impact Award memiliki makna bahwa keyakinan dan antara guru dan murid bisa membuat mimpi menjadi nyata. Selain itu, Ahmad menilai penghargaan tersebut menjadi bukti Indonesia dan Inggris memiliki hubungan yang baik karena lulusan pelajar yang kuliah di sana bisa sukses dan mampu berkontribusi untuk bangsa.
"Oleh karena itu, pesan saya jangan batasi diri Anda untuk belajar," tutupnya. (ira)
(Rifa Nadia Nurfuadah)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik