JAKARTA - Sebagai tempat menimba ilmu, kampus menjadi rumah kedua mahasiswa selama menjalani masa studinya. Sayangnya, alih-alih terhindar dari bahaya, para mahasiswa justru kerap menjadi target penjahat dalam melancarkan aksinya.
"Masalah kejahatan yang ada di lingkungan kampus merupakan keterlibatan banyak pihak, termasuk polisi. Untuk di Universitas Jember, saya belum pernah mendengar kejahatan yang serius. Namun kalau laporan kehilangan laptop dan sepeda motor saya sering dengar," papar Rektor Universitas Jember (Unej), Moh Hasan di Jakarta, belum lama ini.
Hasan menjelaskan, selama ini pihaknya sudah berusaha menjaga keamanan kampus sebaik mungkin. Dia juga menyediakan asrama bagi para mahasiswa yang ingin lebih terjaga keamanannya.
"Untuk tinggal di asrama harus mendaftar dulu, biasanya dipilih mahasiswa dari luar kota. Tapi, tetap dibatasi jangka waktunya lantaran kalau sudah setahun lebih mereka sudah hafal jalan dan lingkungan di Jember," paparnya.
Sedangkan untuk meningkatkan keamanan, ucap Hasan, dibutuhkan pagar luar kampus yang kuat dan kokoh. Namun, pemasangan pagar tersebut harus disertai dengan pengawasan yang ketat dari pihak keamanan kampus.
"Kalau pagarnya kuat dan tertib, maka yang di dalam akan merasa aman. Penting juga menjaga keharmonisan di masyarakat lingkar kampus. Terlepas dari itu, Universitas Jember sudah punya skema dan rencana jika mahasiswanya mengalami musibah," tandasnya. (ira)
(Rifa Nadia Nurfuadah)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik