Kendati demikian, sambung Fatchiah, menurut guru yang menjadi narasumber dari penelitiannya, hasil UKG hanya sebatas permukaan, belum bisa menilai kualitas guru secara keseluruhan.
"Mereka bingung, sudah mengajar puluhan tahun tapi nilai UKG-nya kurang memuaskan. Mereka ingin ada penilaian ketika mereka sudah diberi pembinaan yang sesuai dengan apa yang dibutuhkan. Baru kemudian ada tes untuk evaluasi. Mereka juga ingin ada pelatihan yang berkelanjutan," terangnya.
Penelitian PPPI sendiri dilakukan di Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Pakuan Bogor (Unpak), Universitas Negeri Medan (Unimed), dan Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang. Peneliti PPPI lainnya, Nurhayani Saragih menambahkan, kondisi keempat LPTK tersebut diharapkan bisa merepresentasikan wajak LPTK di Indonesia.
"Kalau dari sisi lulusan, beberapa LPTK tidak bisa melacak apakah mereka jadi guru SD atau tidak. Mungkin yang mayoritas lanjut jadi guru itu dari UNJ. Begitu juga dari suasana belajar di kelas, saya lihat yang di Kupang ini dalam satu kelas mahasiswanya banyak dengan kondisi udara yang panas. Tapi yang saya salut mereka tidak mengeluh karena menganggap mungkin itu sambil melatih mereka saat menjadi guru SD nantinya," tukas Nurhayani.
(Rifa Nadia Nurfuadah)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik