JAKARTA - Salah satu profesi yang bisa dirasakan sejak masih sekolah atau kuliah adalah menjadi seorang jurnalis. Pasalnya, bagi mereka yang tertarik di dunia jurnalistik, bisa mulai magang atau bergabung dalam media publikasi kampus atau sekolah.
Seperti yang dirasakan salah satu pemenang BBC Future Journalist Award 2015, Jennifer Sidharta. Dia mengaku, mengalami berbagai suka duka saat bergabung dalam media kampus.
"Kadang liputan berjam-jam yang ditayangin cuma sedikit atau beberapa menit saja. Terus sedih juga kalau bahan liputan kita akhirnya enggak dipublikasikan atau dihapus," ujarnya saat ditemui Okezone baru-baru ini.
Meski demikian, mahasiswi Universitas Multimedia Nusantara (UMN) ini tetap antusias untuk menjadi seorang jurnalis. Dia bahkan merasa senang mendapat kesempatan untuk mengikuti workshop bersama BBC untuk menghasilkan berita yang baik dan layak tayang.
"Yang pertama bikin tertarik itu karena aku tahu setelah terpilih 20 besar akan ada workshop. Soalnya selama ini jarang ada workshop jurnalistik," imbuhnya.
Pendapat lain dituturkan oleh Naomi Indartiningrum. Menurutnya, pengalaman seorang jurnalis tidak ternilai, meski harus melewati berbagai tantangan saat melakukan peliputan.
"Aku udah beberapa kali liputan. Yang aku rasakan waktu liputan itu menyenangkan. Memang, capek banget, tapi karena aku senang jadi enggak terlalu terasa. Justru aku dapat banyak pengalaman berharga," ucapnya.
Mahasiswi jurusan bisnis ini mengatakan, seorang jurnalis harus punya perilaku yang baik, seperti rendah hati. "Karena jurnalis itu bertanggung jawab akan suatu berita yang akan disebarkan ke masyarakat luas," tukasnya. (ira)
(Rifa Nadia Nurfuadah)