Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cara Tampil Maksimal di Interview Kerja

Cara Tampil Maksimal di <i>Interview</i> Kerja
Suasana interview kerja. (Foto: dok. Okezone)
A
A
A

SALAH satu pakar dalam dunia human resources (HR), Mira Zaslove, sudah banyak makan asam garam sebagai seorang pewawancara. Dia pun menyimpulkan beberapa cara paling jitu dalam menjawab pertanyaan saat interview kerja.

"Saya telah mewawancarai ratusan orang selama bertahun-tahun, dan ketika saya mewawancarai kandidat, saya ingin mempekerjakan mereka. Saya mencari seseorang yang: (1) dapat melakukan pekerjaan, (2) ingin melakukan pekerjaan, (3) bisa masuk ke dalam budaya, (4) tidak akan berhenti atau memusingkan kepala," terang Zaslove, dilansir oleh huffingtonpost

Lalu apa saja cara jitu yang sudah berhasil dirangkum oleh Zaslove? Berikut pemaparannya:

Ceritakan tentang diri Anda

Usahakan pengenalan diri Anda secara positif dan sederhana. Fokus pada apa yang perlu diungkapkan secara langsung dan relevan. Anda ingin menunjukkan bahwa Anda memiliki kemampuan dan keinginan untuk melakukan pekerjaan, dan bisa masuk ke dalam budaya perusahaan. Sorot aspek karier Anda, kuliah, hobi, dan kehidupan pribadi yang cocok dengan perusahaan.

Jangan berasumsi bahwa pewawancara telah membaca resume Anda. Jawaban cerdas akan memberitahu pewawancara mengapa Anda diwawancarai dan cocok untuk posisi yang terbuka. Jika Anda adalah lulusan perguruan tinggi yang diwawancarai untuk posisi penjualan, posisikan bahwa Anda adalah orang-orang yang kompetitif yang mencintai tantangan. Jika Anda fokus di industri dan mencari lebih banyak tanggung jawab, tekankanlah pada contoh-contoh spesifik dari karya terbaik yang telah Anda lakukan.

Apa kekuatan terbesar Anda? Apa yang akan Anda bawa ke tim?

Jangan mengoceh tentang setiap kualitas yang dapat Anda pikirkan. Pilih satu hingga tiga kekuatan yang relevan dengan memprediksi kesuksesan Anda di pekerjaan dan perusahaan.

Trik lainnya, hati-hati membaca posting pekerjaan serta berbicaralah dengan karyawan saat ini. Cari tahu apakah mereka memiliki kekuatan umum yang membuatnya unggul dalam pekerjaan.

Tinggalkan jauh jawaban yang terlalu generik dan malas, seperti "Saya sama seperti orang biasanya." Sebaliknya, berikanlah contoh yang solid tentang bagaimana membangun hubungan Anda, berkomunikasi dengan jelas dan mempertahankan klien pada pekerjaan terakhir Anda. Sorot tema umum dalam prestasi Anda dan hubungkan mereka dengan hasil yang nyata. Ini dari pertanyaan tersebut adalah, "Mengapa kami harus mempekerjakan Anda?"

Apa kelemahan terbesar Anda?

Jangan membual rendah hati, seperti, "Saya seorang workaholic, atau orang-orang mengatakan saya terlalu perfeksionis."

Berikan kelemahan yang asli, tetapi dapat diterima untuk pekerjaan yang Anda lamar. Misalnya, jika Anda melakukan wawancara untuk pekerjaan pemrograman, Anda bisa mengatakan bahwa salah satu kelemahan Anda adalah berbicara di depan umum, yang akan memiliki sedikit pengaruh pada pekerjaan Anda. Demikian pula, beberapa kelemahan, seperti manajemen mikro atau memberikan umpan balik terlalu langsung dapat diterima di posisi tertentu.

Anda juga bisa menceritakan kisah di mana Anda belajar dari kesalahan. Berikan contoh di mana kesalahan tersebut relatif kecil dan apa yang Anda pelajari dari hal tersebut. Fokus pada apa yang Anda pelajari, dan tetap positif.

Di mana lagi Anda diwawancarai dan untuk pekerjaan apa?

"Saya pernah mewawancarai kandidat untuk peran penjualan pada tahap awal start up. Aku benar-benar menyukai dia, dan wawancara berjalan dengan baik. Saya ingin mempekerjakan dia. Tapi ketika saya bertanya di mana lagi dia diwawancarai, dia mengatakan kepada saya bahwa dia gembira tentang pekerjaan keuangan di Microsoft. Huh? Saya bingung. Kita harus berbicara. Dan itu jelas bahwa dia tidak tahu apa yang dia inginkan," papar Mira Zaslove.

Tidak masalah jika Anda melakukan wawancara untuk beberapa jenis peluang, namun tidak memberitahu pewawancara Anda sebegitu gamblangnya. Jauhkan jawaban Anda fokus pada kesempatan dan perusahaan yang mewawancarai Anda pada saat itu.

Adakah pertanyaan untuk saya?

Sebuah wawancara yang baik adalah percakapan yang melibatkan kedua belah pihak. Tujuannya adalah untuk mengetahui apakah posisi tersebut cocok. Jika calon pegawai tidak ada pertanyaan, mereka kehilangan kesempatan. Selain itu, sikap tersebut juga memperlihatkan bahwa mereka tidak tertarik, atau percaya bahwa mereka sudah tahu segala sesuatu tentang posisi yang dilamarnya.

Jangan mengajukan pertanyaan hanya demi dianggap bertanya. Ini menjengkelkan bagi pewawancara ketika seseorang mengajukan pertanyaan yang sudah dijawab, atau terang-terangan tidak relevan, hanya karena mereka memiliki merasa sudah siap. Mengajukan pertanyaan akan menunjukkan Anda benar-benar tertarik untuk belajar lebih banyak tentang pekerjaan, peran, dan perusahaan. Gunakan kesempatan untuk mengakhiri wawancara sebaik-baiknya.

(Rifa Nadia Nurfuadah)

Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement