JAKARTA – 9 Januari 1957 ketika Universitas Semarang berdiri dan kemudian berganti nama menjadi Universitas Diponegoro (Undip) banyak cerita yang terselip. Mahasiswa baru Universitas Semarang harus berpindah-pindah lokasi untuk menuntut ilmu, gedung bioskop tua pun menjadi tempat kuliah.
Maklum, saat itu belum terdapat gedung mewah untuk kuliah, tak ada donatur yang menyuntik dana. Mahasiswa yang pertama kali kuliah di Universitas Semarang kala itu sekira 15 orang. Mereka harus kuliah di beberapa lokasi, seperti di gedung bioskop dan rumah di Jalan Beringin yang kini menjadi Kantor Yayasan Universitas Semarang.
Kemudian akhirnya mendapat gedung tetap bekas bioskop di Jalan MT Haryono No 427 milik Pepekuper Teritorium IV sebagai kampus. Bahkan, setiap sore hari proses perkuliahan juga harus meminjam sebuah gedung di sekitar Tugu Muda yang kini menjadi gedung Wisma Perdamaian.
Berikutnya pada periode yang lebih mapan Fakultas Teknik pindah ke Gedung Putih Kampus Pleburan di Jalan Hayam Wuruk hadir ditengah-tengah mahasiswa baru. Akhirnya pada tahun 1996 sampai dengan sekarang Kampus Fakultas Teknik Universitas Diponegoro pindah ke Tembalang, yang dibangun melalui proyek Six Universities Development and Rechabilitation (SUDR).
Sembilan Dosen