Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pramuka Naik Kelas di Sekolah

Afriani Susanti , Jurnalis-Jum'at, 14 Agustus 2015 |15:05 WIB
Pramuka Naik Kelas di Sekolah
Pramuka kini menjadi ekskul wajib di sekolah. (Foto: Afriani S/Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Sudah 54 tahun gerakan Pramuka menjadi salah satu kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Seiring makin modernnya zaman, Pramuka dianggap jadul dan kurang diminati. Tetapi, kini Pramuka naik kelas setelah ditetapkan sebagai ekskul wajib di sekolah.

"Kematian suri" Pramuka bisa kita lihat di SMAN 4 Jakarta. Guru Geografi dan Pembina Pramuka di SMAN 4 Jakarta, Muhamad Salamun menjelaskan, ekskul ini hidup terakhir kali pada sekira 1999. Karena tidak ada peminat, ekskul Pramuka pun tidak lagi hidup.

Salah satu penyebab minimnya peminat Pramuka, tutur Salam, adalah anggapan bahwa ekskul ini jadul alias kuno. Sebab, siswa SMA biasanya melihat Pramuka di jenjang siaga (SD) dan penggalang (SMP).

"Padahal untuk SMA itu kegiatannya lebih mengarah pada pengembangan diri, misalnya bagaimana mengelola dan membuat acara," ujarnya.

Tidak hanya itu, perspektif para guru tentang Pramuka juga turut menyumbang menyusutnya peminat kegiatan tersebut di sekolah. Salam mengungkapkan, banyak guru menilai Pramuka sebagai kegiatan yang melelahkan.

"Mereka berfikir, Pramuka adalah baris berbaris ata kemping, dan itu bikin capek. Padahal banyak yang bagus dari Pramuka, namun mereka belum mengenal saja," tambahnya.

Anggapan Pramuka itu kuno diamini oleh Ketua Pramuka di SMAN 26 Jakarta, Tri Rahmawati. Menurut Tri, teman-teman sebayanya di sekolah pun masih ada yang menganggap Pramuka sebagai hal kuno.

"Apalagi zaman sekarang, banyak yang bertanya, Pramuka itu apaan sih?" ujar Tri saat berbincang dengan Okezone, di SMAN 26 Jakarta, Jumat (14/8/2015).

Meski begitu, kata Tri, siswa di sekolahnya tetap aktif di Pramuka. Salah satu asalannya, status Pramuka sudah naik kelas menjadi ekskul wajib di sekolah.

Kalaupun tidak ada gugus depan seperti di SMAN 26 Jakarta, sekolah tetap menyelenggarakan pendidikan ke-Pramuka-an dengan meleburkannya dalam kurikulum pendidikan. Di SMAN 4 Jakarta, kata Salam, salah satu caranya adalah memberikan sesi khusus aktualisasi nilai-nilai Pramuka.

"Jadi setiap semester, satu kelas siswa dapat aktualisasi tersebut seminggu sekali," imbuhnya.

Sekolah unggulan di bilangan Jakarta Selatan, SMAN 6 dan SMAN 70, juga tidak memiliki ekskul Pramuka karena sepi peminat. Namun hal ini berubah setelah Pramuka menjadi ekskul wajib. Bahkan, sekolah mendatangkan sejumlah alumni untuk mengajak adik kelasnya bergabung dengan Pramuka.

Wakil Kepala sekolah SMAN 6 Jakarta, Rusyanto menjelaskan, yang diwajibkan pemerintah adalah pendidikan ke-Pramuka-an, bukan organisasinya. Jadi, siswa bebas mengikuti organisasi Pramuka, namun wajib belajar nilai-nilai Pramuka yang disampaikan guru di dalam kelas.

"Jadi kami mengaktualisasikan nilai-nilai Pramuka dengan pelajaran umum," ujarnya.

Rus mengaku, mengaktifkan kembali Pramuka bukan perkara mudah mengingat hal ini merupakan bagian dari kurikulum baru yang berjalan sekira dua tahun. Namun dia mengklaim, telah melakukan berbagai cara guna menarik minat siswa .

"Misalnya tahun lalu, kami mengadakan kegiatan berkemah di Puncak. Jadi mereka di sana merasakan hidup di alam bebas sambil belajar tentang rasa saling memiliki dan gotong-royong," tambahnya.

Berkemah juga menjadi salah satu pemikat sekolah dalam mengajak siswanya aktif di Pramuka. Bahkan, pelajar SMAN 4 Jakarta antusias bertanya tentang agenda tersebut.

Pembina Pramuka di SMAN 4 Jakarta, Muhamad Salamun menjelaskan, untuk menarik lebih banyak peminat, sekolah mempromosikan ekskul ini saat Masa Orientasi Penerimaan Peserta Didik Baru (MOPDB). Kala itu, dia memberi penjelasan bahwa Pramuka sudah mengglobal di berbagai negara.

"Meski belum memiliki gugus depan, kami berencana mengadakan lagi kegiatan Pramuka mulai tahun ini," tutur Salam.

(Rifa Nadia Nurfuadah)

Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement