Dan sejak 1961 kita mencontohkan Panglima Besar Soedirman yang betul-betul mempunyai jiwa pandu Pramuka yang murni. Mashudi meminta, Pramuka untuk abad ke 21 jangan ikut-ikutan kepada demoratisasi yang liberal dan tetap berpegang teguh kepada filsafat Bangsa Indonesia yaitu Pancasila secara murni.
"Selama hampir 40 tahun kita berusaha meningkatkan sumber daya manusia agar kita dapat memiliki kader-kader bangsa di semua bidang, namun kekhilafan para pimpinan politik akhirnya bangsa ini kehilangan martabat," kata Mashudi.
Mashudi meninggal pada 22 Juni 2005 di Bandung, saat itu ayah dua anak ini hendak mengikuti proses pemilihan rektor UPI. (MSR)
(Sumber: ensiklopediapramuka dan buku 40 Tahun Gerakan Pramuka, Kwarnas Gerakan Pramuka, Jakarta 2001.)
(Rifa Nadia Nurfuadah)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik