Menurut Ravik, MY leluasa menjadi joki tanpa dicurigai petugas karena dia juga mendaftar sebagai peserta SBMPTN. Keduanya pun memilih jurusan Teknik Mesin pada pilihan pertama dan Teknik Geodesi pada pilihan kedua. Sedangkan PTN yang mereka tuju adalah Universitas Gadjah Mada (UGM).
Modus yang digunakan MY, kata Ravik, adalah memberikan lembar jawaban kepada TP di kamar mandi. Saat tengah memberi kunci jawaban itulah keduanya ditangkap. Sesuai prosedur, panitia langsung menyerahkan mereka kepada polisi yakni ke Polsek Jebres Solo untuk diproses lebih lanjut.
"Selain itu, kami juga sudah melakukan koordinasi dengan PTN asal joki tersebut untuk mengecek kebenaran pengakuannya. Jika benar, dia pasti akan menerima konsekuensi dari universitas yang bersangkutan yakni dipecat," imbuh Ravik.
Pelaksanaan ujian tulis SBMPTN di Panlok 44 Solo diikuti 19.857 orang dengan pilihan berbagai PTN di Indonesia. Mereka terdiri dari 8.260 peserta Saintek, 9.085 peserta Soshum dan 2.515 peserta campuran.
"Jumlah peminat di UNS mencapai 58.002 orang atau masuk 10 besar. Dari jumlah itu, 20.357 menempatkan UNS di pilihan satu, 20.572 orang di pilihan dua dan 17.073 di pilihan tiga," pungkasnya.
(Rifa Nadia Nurfuadah)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik