Sekolah Internasional Wajib Lakukan Akreditasi

Iradhatie Wurinanda, · Kamis 07 Mei 2015 15:25 WIB
https: img.okezone.com content 2015 05 07 65 1146074 sekolah-internasional-wajib-lakukan-akreditasi-C48EDTv5KW.jpg Sekolah internasional wajib mengajukan akreditasi untuk memastikan keamanan pendidikan anak Indonesia. (Ilustrasi: shutterstock)
JAKARTA - Sekolah internasional di Indonesia wajib mengajukan akreditasi. Salah satu fungsinya, menjamin keamanan anak-anak dalam mendapatkan pendidikan yang baik.

Komisi pelaksana akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Non Formal (BAN PNF) Yessy Gusman mengatakan, akreditasi akan memberikan keterbukaan informasi kepada publik. Masyarakat bisa mengetahui sarana prasarana, tenaga pendidik, dan informasi lain tentang sekolah internasional.

"Kasus JIS beberapa waktu lalu bisa dijadikan pelajaran. Sekarang, kita buka lembaran baru dengan peraturan dan kebijakan yang baru," ujar Yessi, pada konferensi pers Exhibition for International School in Indonesia (EISI) 2015, Kamis (7/5/2015).

Sementara itu, Komisi Peningkatan Kompetensi Asesor BAN PNF, Netti Herawati menjelaskan, akreditasi adalah sebuah penilaian kelayakan terhadap sebuah lembaga. Kelayakan sekolah internasional yang kini disebut Satuan Pendidikan Kerja Sama (SPK) di antaranya ditunjukkan dengan memenuhi delapan standar penilaian, serta menggunakan kurikulum nasional yang diperkaya dengan kurikulum internasional.

Selain itu, meski sudah mengantongi akreditasi internasional, SPK juga harus memiliki akreditasi nasional. "Semua SPK harus layak untuk setiap anak. Jangan sampai melepas unsur Indonesia-nya. SPK kan tidak hanya untuk orang asing, tapi juga untuk WNI," imbuhnya.

Untuk tahun ini, BAN PNF akan segera melakukan akreditasi terhadap 126 SPK PAUD di seluruh Indonesia. Namun, SPK yang diproses hanya sekolah yang sudah memiliki izin operasional. Pengajuan akreditasi sendiri tidak dipungut biaya dan akan berlaku selama lima tahun.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini