Iwan menilai, dua hal paling vital yang diperlukan dalam menghadapi perubahan adalah mindset dan karakter. Pemuda, kata Iwan, dituntut untuk pandai dalam beradaptasi, terutama menjelang digelarnya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015.
"Acara ini sangat bagus karena bisa memicu generasi muda Indonesia untuk mau beradaptasi, menambah karakter pada komunitas ASEAN serta memacu mereka untuk terbiasa menangani proyek sosial," tambahnya.
Sementara itu, bagi Wakil Gubernur Bengkulu, Sultan B Najamudin, menyambut baik penyelenggaraan kegiatan IYF 2015. Dia menilai, ajang ini dapat membantu meningkatkan kepercayaan diri pemuda.
"Dengan meningkatkan kepercayaan diri pada pemuda, mereka akan lebih mudah melahirkan ide-ide cemerlang," ujar Najamudin.
IYF 2015 bertujuan memperkuat peran pemuda melalui peningkatan kapasitas dan kualitas pemuda yang berpengetahuan, berketerampilan dan berintegritas sebagai wujud pemuda berkarakter. Ajang ini juga diharapkan dapat membangun kesepahaman bersama di kalangan pemuda tentang pentingnya program pemberdayaan dan kewirausahaan sosial. Selama di Bengkulu, peserta IYF 2015 akan diajak berpartisipasi dalam berbagai kegiatan menarik seperti Leaders Panel, Wisdom Talk, Workshop, Master Class, Youth Project Sharing, Focus Group Discussion, Working Group dan Field Trip.
(Rifa Nadia Nurfuadah)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik