Bandung Techno Park Jadi Panutan Pembuatan 100 Pusat Saintek

Neneng Zubaidah, Koran SI · Sabtu 28 Februari 2015 10:52 WIB
https: img.okezone.com content 2015 02 28 65 1111831 bandung-techno-park-jadi-panutan-pembuatan-100-pusat-saintek-mMxwYZZFJr.jpg Bandung Techno Park Jadi Panutan Pembuatan 100 Pusat Saintek (Foto: dok. BTP)

BANDUNG - Bandung Techno Park (BTP) didapuk pemerintah sebagai role model pembuatan 100 pusat sains dan teknologi (sains and techno park). BTP dinilai berhasil menyelaraskan hasil riset dengan industri.

Direktur Bandung Techno Park (BTP), Jangkung Raharjo mengatakan, pada Januari kemarin Presiden Jokowi sudah berkunjung ke BTP dan menyatakan BTP adalah pusat teknologi terbaik di bidang information and communications technology (ICT). Jangkung menjelaskan, BTP pun dirujuk oleh pemerintah sebagai role model pembangunan 100 sains and techno park di seluruh nusantara.

"Pada 23 Januari kemarin, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) telah menyatakan BTP menjadi role model techno park yang akan dibangun di Indonesia. Dalam waktu dekat, BTP akan menjadi kawasan ekonomi dan inovasi. Insya Allah akan terwujud dalam waktu dekat," katanya, dalam acara media gathering Telkom University, di Bandung, tadi malam.

Dosen di Telkom University ini menyebutkan, BTP dibangun di tanah seluas 5,4 hektar. Selain itu, pemerintah juga menyumbang dana senilai Rp2,5 miliar untuk pembangunan dua gedung baru.

"Selain itu, sebanyak 13 kementerian juga akan mendukung pengembangan BTP sebagai role model sains and techno park melalui hibah bangunan, program, perangkat, dana riset dan pendaftaran paten," ucapnya.

Dia menjelaskan, hasil riset yang dilakukan akademisi memang harus ada wadahnya, sehingga bisa termanfaatkan. Maka dari itu, pembangunan sains and techno park harus dipacu oleh pemerintah.

"Kami bersyukur sudah mencuri start untuk membangun wadah tersebut dan hasilnya dijadikan role model oleh pemerintah," ungkapnya.

BTP sendiri sudah menghasilkan riset yang dikomersialisasikan. Misalnya, Traffic Grab yakni aplikasi berbasis video yang digunakan untuk mengambil data kuantitatif dari kondisi lalu lintas di jalan raya dan jalan tol.

Lalu ada U Kit, yakni alat praktikum yang digunakan untuk media pembelajaran hardware elektronika khususnya mikrokontroler. Selanjutnya, ada Postur Check yakni sistem pemeriksaan postur tubuh yang digunakan pada seleksi calon anggota TNI AD.

"Tujuan pembentukan BTP adalah menghasilkan produk inovasi berbasis berkelanjutan atau dikomersialisasikan," terangnya.

Dia menjelaskan, sains and techno park tersebut memang seharusnya untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi daerah dan bukan nasional. Pasalnya, jika sudah banyak inovasi yang dilakukan di daerah, maka pertumbuhan ekonomi akan meningkat.

"Kondisi ini akan menjadi efek domino bagi perkembangan ekonomis secara nasional. Korea, Taiwan dan Jepang berhasil membangun tecno park di daerah dan dampak pada pertumbuhan ekonomi secara nasional nyata terlihat. (fsl)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini