Share

Teknologi sebagai Komoditas Manusia Modern

Kamis 05 Februari 2015 12:02 WIB
https: img.okezone.com content 2015 02 05 65 1101725 teknologi-sebagai-komoditas-manusia-modern-AB58jFAguG.jpg

TAHUN 2015 bisa disebut sebagai tahun pertarungan. Bagaimana tidak, tinggal menghitung hari Indonesia akan menghadapi program Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) atau ASEAN Economic Community.

MEA merupakan suatu program negara membuka sistem pasar bebas. Adapun pembukaan pasar bebas dilakukan di negara-negara Asia dengan tujuan membuka secara luas lapangan pekerjaan dan memperbaiki sektor ekonomi Asia. Pemerintah dalam hal ini membuka sistem investasi secara terbuka di seluruh Indonesia.

Salah satu faktor terpenting dibentuknya suatu sistem ekonomi tunggal yang kerap disebut sebagai MEA adalah untuk mempermudah satu negara menjual barang dan jasa ke negara-negara lain di seluruh Asia Tenggara. Hal itu dengan semangat pembangunan ekonomi yang lebih baik, khususnya kemajuan ekonomi di negara-negara Asia.

Berdasarkan hasil riset terbaru dari Organisasi Buruh Dunia (ILO), pembukaan pasar tenaga kerja mendatangkan manfaat yang besar. Pembentukan sistem ekonomi yaitu MEA selain dapat menciptakan jutaan lapangan kerja baru, skema ini juga dapat meningkatkan kesejahteraan 600 juta orang yang hidup di Asia Tenggara.

Pada 2015, ILO memerinci bahwa permintaan tenaga kerja profesional akan naik 41 persen atau sekira 14 juta. Sementara permintaan tenaga kerja kelas menengah akan naik 22 persen atau 38 juta, sementara tenaga kerja level rendah meningkat 24 persen atau 12 juta (BBC: 27/08/14).

Hal-Hal yang Harus Dipersiapkan

Kehadiran MEA di Indonesia merupakan suatu keniscayaan. Bagaimanapun, mau tidak mau, siap tidak siap, masyarakat Tanah Air harus siap menghadapi MEA.

Dalam hal ini peran pemerintah sangatlah penting untuk menciptakan kader-kader muda yang siap bertarung dan bersaing dengan negara lain di Asia, baik dalam sektor kemandirian ekonomi, pendidikan, kemampuan menguasai bahasa internasional (English language), dan penguasaan teknologi secara optimal, baik otomotif maupun informasi.

Salah satu hal yang terpenting dalam menghadapi MEA di Indonesia yaitu sumber daya manusia (SDM) di negeri ini harus mampu menguasai teknologi otomotif maupun teknologi informasi. Kemajuan teknologi, khususnya teknologi informasi, sudah dirasakan manfaatnya. Dalam hal ini Jepang dan China menguasai dan mampu menciptakan alat-alat elektronik seperti handphone (Android), dan mesin-mesin lainnya.

China dan Jepang telah berhasil menciptakan alat-alat elektronik yang dijadikan sebagai komoditas oleh negara-negara lain, khususnya Indonesia. Dalam hal ini bangsa Indonesia hanyalah menjadi konsumen yang mengikuti pasar, bukan menciptakan pasar, ini bisa kita lihat dari masa ke masa.

Meskipun pada dasarnya Indonesia bukanlah negara maju melainkan hanya negara berkembang, seharusnya di saat Indonesia masuk satu komunitas, yaitu MEA. Indonesia semestinya harus menjadi negara maju, sama halnya seperti China, Jepang, dan negara-negara Eropa. Pemerintah dalam hal ini harus menyiapkan SDM yang mampu bersaing dengan negara-negara lain di Asia.

Pertama, dengan cara memperbaiki mutu dan kualitas pendidikan di negeri ini, baik di tingkat dasar, menengah, atas, maupun perguruan tinggi. Kedua, harus diperbanyak lembaga-lembaga pelatihan seperti komputer dan teknologi lain.

Ketiga, perbanyak lembaga-lembaga kursus bahasa asing, khususnya bahasa internasional, agar bangsa kita memiliki kualitas untuk menempuh pendidikan di luar negeri.

Keempat, pemerintah harus menanamkan semangat nasionalisme kepada masyarakat Indonesia agar bangsa ini memiliki sense off belonging pada produk-produk Indonesia dan menjadikan tradisi dan budaya Indonesia sebagai kebanggaan yang diwariskan oleh para pahlawan bangsa.

Kelima, masyarakat Indonesia harus memiliki skill dan kreativitas dalam merespon MEA yang sebentar lagi akan diterapkan di negeri ini.

Kelima, faktor inilah yang harus dimiliki oleh bangsa Indonesia. Diakui atau tidak, Indonesia merupakan negara yang sangat kaya, baik dalam bidang budaya, agama, bahasa, sumber daya alam (SDA) maupun lain sebagainya.

Rakyat Indonesia harus bisa memanfaatkan keberagaman dan kekayaan di negeri ini menjadi suatu kebanggaan tersendiri, terutama dalam bidang budaya. Lalu hal yang harus dilakukan oleh rakyat Indonesia adalah menuntut ilmu setinggi mungkin untuk membangun negeri dan bersaing dengan negara lain.

Deni Iskandar

Mahasiswa Perbandingan Agama

 

UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta

 

Kepala Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan dan Pemuda (PTKP) HMI KOMFUF Cabang Ciputat

(fsl)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini