Share

Waduh! Menolak Biaya Kuliah yang Mahal, 2 Mahasiswa Unsri Dianiaya

Melly Puspita, Okezone · Sabtu 05 Agustus 2017 19:10 WIB
https: img.okezone.com content 2017 08 05 65 1750469 waduh-menolak-biaya-kuliah-yang-mahal-2-mahasiswa-unsri-dianiaya-AxcWVnkUYu.jpg Mahasiswa Unsri. Foto: Melly Puspita/Okezone

PALEMBANG - Sebanyak kurang lebih 200 mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Sriwijaya (Unsri) dan beberapa Universitas lain mendesak DPRD Sumatera Selatan untuk menangani masalah Uang Kuliah Tunggal (UKT).

Presiden Mahasiswa Unsri, Ahmat Farizal mengatakan, sebelumnya permasalahan UKT telah dibahas melalui pertemuan dan audiensi antara mahasiswa dan Rektor Unsri. Namun, hal tersebut belum juga menemui titik terang.

Bahkan, lanjut dia, pada Kamis (3/8) lalu telah dilaksanakan aksi unjuk rasa di Kampus Unsri, Kabupaten Ogan Ilir. Pada unjuk rasa tersebut, telah terjadi sebuah tragedi tindak penganiayaan terhadap dua orang mahasiswa Unsri.

Hal ini, sambung Ahmat, juga menjadi pokok utama bahasan BEM Unsri dalam melakukan aksi lanjutan di DPRD Sumatera Selatan. Para mahasiswa itu meminta para dewan rakyat daerah Sumsel tersebut untuk menyelesaikan persoalan kekerasan yang menimpa mahasiswa Unsri melalui jalur hukum.

"Kami menuntut DPRD Sumsel menjadi mediator dan memanggil pihak rektorat Unsri atas permasalahan penurunan UKT Full semester sembilan," jelas Ahmat.

Selain itu, ia dan rekan-rekannya juga menuntut DPRD Sumsel menjadi mediator dan memanggil pihak rektorat Unsri dalam menyelesaikan kasus pemukulan mahasiswa oleh oknum kepolisian dan karyawan Unsri.

Sebelumnya, Rektor Unsri โ€ŽProf. Dr. Ir. H. Anis Saggaff, MSCE mengatakan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang dituntut agar dibayar separuh, di dalamnya terdapat program bidik misi bagi mahasiswa tidak mampu.

"Kalau mampu bayar UKT, cukup bayar minimal Rp500 ribu. Maaf, kalau yang tidak mampu bayar sama sekali, minta saja sama Rektor, saya yang bayar, tapi jangan anarkis," imbuh Anis beberapa waktu lalu.

Menurutnya UKT memang kewajiban mahasiswa karena menyangkut pendidikan mereka. Namun bidik misi, setiap perguruan tinggi mendapat dana dari Kementerian Pendidikan sebesar Rp 2.400.000,- per mahasiswa.

"Tapi soal UKT ini, saya juga dapat berbagi usulan. Kalau memang orang tua mahasiswa mampu, ya bayar saja Rp 2.400.000,-. Yang mampu bayar Rp 1 juta, ya bayar segitu saja cukup. Yang tidak mampu bayar, ya bayar Rp 500 ribu," jelas orang nomor satu di Unsri.

"Kalau ada usulan jika dana UKT ini dipotong separuhnya saja, saya sebagai Rektor sebenarnya justru ingin kuliah ini gratis," imbuhnya.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini