"Misalnya, dengan melihat Indonesia bukan semata-mata hanya dari Sabang hingga Merauke tetapi juga dalam konteks global. Pendidikan juga harus membuat anak didik sadar akan bahasa daerah dan internasional dengan baik," imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Badan Pembina Tamansiswa, Probosutedjo menjelaskan bahwa Taman Siswa merupakan wujud perjuangan kebudayaan dan pembangunan masyarakat melalui pendidikan. Dalam arti luas, perguruan ini menjadi sarana dalam upaya membangun masyarakat tertib dan damai.
Probo pun menyoroti pentingnya introspeksi dan revitalisasi perguruan, apalagi menjelang penerapan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015. "Berbicara mengenai revitalisasi, Tamansiswa sangat menyedihkan, seharusnya dapat diterima oleh masyarakat secara luas. Oleh karena itu, yang terpenting adalah persatuan dan kesatuan di antara kita semua," ujar Probo.
(Rifa Nadia Nurfuadah)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik