Dampak Tsunami pada Pendidikan Aceh

ant, · Selasa 30 Desember 2014 16:38 WIB
https: img.okezone.com content 2014 12 30 65 1085756 dampak-tsunami-pada-pendidikan-aceh-ZjwARyNFS8.jpg Aceh kehilangan puluhan ribu siswa dan guru dalam bencana tsunami 10 tahun lalu. (Foto: dok. Okezone)

BANDA ACEH - Tsunami yang menerjang Provinsi Aceh sepuluh tahun lalu berdampak juga pada dunia pendidikan. Tidak hanya meluluhlantakkan bangunan sekolah, tsunami juga menewaskan puluhan ribu siswa dan guru di Aceh.

Di sela-sela tausiah dan zikir/doa bersama para pegawai dan anak yatim untuk mengenang 10 tahun bencana tsunami di provinsi ujung paling barat Indonesia itu, Kepala Dinas Pendidikan Aceh Anas M Adam menjelaskan, gempa berkekuatan 9,1 skala richter yang disusul tsunami pada 26 Desember 2004 telah menyebabkan Aceh porak-poranda, termasuk sektor pendidikan. Sekira 1.075 gedung sekolah, sebanyak 24 dayah (pondok pesantren), satu SKB dan dua unit gedung PAUD percontohan di sejumlah daerah pesisir di Aceh rusak atau hancur.

Kerusakan juga menimpa pagar sekolah sepanjang 10.300 meter, 3.314 ruang kelas, hingga 652 unit rumah dinas guru dan penjaga sekolah. Tsunami juga menyebabkan Aceh kehilangan 2.499 orang guru, 232 pegawai dinas pendidikan dan 24.885 orang siswa dari TK, hingga SMA.

"Kalau dibayangkan dengan tingkat kehancuran pada saat ini, maka rasanya kita sulit untuk bangkit kembali, namun atas bantuan dari berbagai pihak donor maka sektor pendidikan Aceh kini sudah semakin membaik," kata Anas M Adam, Selasa (30/12/2014).

Karena itulah, Dinas Pendidikan Aceh menyerahkan piagam penghargaan kepada tiga lembaga nonpemerintah (NGO) dan badan PBB yang membantu mereka memulihkan pendidikan di Bumi Serambi Mekkah. Ketiga lembaga itu adalah Pasiad Turki, Usaid Amerika Serikat dan Unicef.

"Piagam penghargaan ini sebagai bentuk rasa terima kasih atas bantuan mereka yang telah memulihkan sektor pendidikan Aceh akibat bencana tsunami 10 tahun lalu," ujar Anas M Adam.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini