Listyo Sigit memulai karier kepolisiannya setelah lulus dari Akpol pada 1991. Ia menjalani berbagai penugasan di tingkat daerah maupun pusat.
Pada 1991, dia mulai penugasan di Polres Metro Tangerang. Lalu, pada 2009, Listyo menjadi Kapolres Pati, Jawa Tengah.
Setahun kemudian atau tepatnya pada 2010, dia menjadi Wakapolrestabes Semarang. Selang setahun kemudian, dia menjadi Kapolresta Surakarta.
Kemudian, pada 2012, Listyo menjadi Kasubdit II Dit Tipidum Bareskrim Polri. Pada 2013, Listyo dilantik menjadi Direskrimum Polda Sulawesi Tenggara.
Pada 2014–2016, Listyo ditunjuk menjadi ajudan Presiden Joko Widodo. Lanjut 2016, dia diangkat menjadi Kapolda Banten.
Dua tahun kemudian, Listyo menjadi Kadiv Propam Polri. Pada 2019, dia menjadi Kabareskrim Polri. Lalu, Listyo dilantik menjadi Kapolri pada 2021. Masa jabatannya sebagai Kapolri berakhir pada 2026 dan dilantik menjadi Kepala Staf Kepresidenan.
Listyo Sigit ditunjuk Presiden Joko Widodo sebagai calon tunggal Kapolri pada Januari 2021 untuk menggantikan Jenderal Idham Azis. Pencalonannya kemudian mendapatkan persetujuan DPR RI setelah melalui proses uji kelayakan dan kepatutan.
Pada 27 Januari 2021, Presiden Joko Widodo resmi melantik Listyo Sigit sebagai Kapolri. Selama memimpin Polri, ia menjalankan sejumlah program kelembagaan, termasuk konsep Presisi yang merupakan singkatan dari Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan.
Ia mengakhiri masa jabatannya pada 1 Oktober 2026. Pada tanggal yang sama, Presiden Prabowo Subianto melantiknya sebagai Kepala Staf Kepresidenan, sementara posisi Kapolri diserahkan kepada Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto.
(Djanti Virantika)