Sistem digital seharusnya membantu guru menghemat waktu, bukan menambah tahapan administratif yang sebenarnya dapat disederhanakan. Selain itu, guru perlu dilibatkan dalam evaluasi administrasi karena merekalah yang mengalami langsung pelaksanaannya.
Dengan komunikasi yang terbuka antara guru dan pengelola sekolah, kebutuhan dokumentasi tetap dapat dipenuhi tanpa mengabaikan efektivitas kerja.
Evaluasi kinerja pun perlu melihat administrasi sebagai bagian dari profesionalitas guru, sekaligus memperhatikan kualitas perencanaan, pelaksanaan pembelajaran, perkembangan murid, dan upaya perbaikan yang dilakukan.
Kita membutuhkan guru yang tertib dalam administrasi, tetapi juga memiliki waktu untuk berpikir, berinovasi, dan mendampingi murid. Keduanya bukan tujuan yang harus dipertentangkan.
Keberhasilan pendidikan tidak hanya terlihat dari lengkapnya laporan atau rapinya arsip. Keberhasilan itu juga hadir ketika murid yang semula kesulitan akhirnya memahami pelajaran, anak yang kurang percaya diri mulai berani bertanya, dan setiap peserta didik memperoleh kesempatan untuk berkembang
Sudah saatnya kita menata kembali prioritas kerja guru. Bukan dengan mengurangi tanggung jawab, melainkan dengan memastikan setiap pekerjaan memiliki tujuan yang jelas dan memberikan manfaat nyata bagi pembelajaran.