JAKARTA – Profil dan pendidikan Mufli Ananda, asisten Raffi Ahmad yang kini jadi sorotan netizen. Nama Mufli Budi Ananda menjadi perbincangan publik setelah ditunjuk sebagai Komisaris PT Krakatau Posco, perusahaan patungan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dengan perusahaan baja asal Korea Selatan, POSCO.
Penunjukan tersebut memicu beragam respons di media sosial. Sebagian warganet memberikan dukungan, sementara lainnya mempertanyakan latar belakang pendidikan dan pengalaman profesional Mufli sebelum menduduki posisi strategis di perusahaan industri baja tersebut.
Mufli Budi Ananda dikenal luas sebagai salah satu asisten pribadi Raffi Ahmad. Selama beberapa tahun terakhir, ia kerap muncul dalam berbagai konten yang diunggah Raffi Ahmad dan Nagita Slavina di media sosial maupun kanal YouTube mereka.
Namanya kembali menjadi perhatian setelah sejumlah video yang memperlihatkan dirinya mengasuh Lily, anak angkat Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, ramai dibagikan ulang oleh warganet usai kabar pengangkatannya sebagai komisaris mencuat.
Berdasarkan data yang tercantum di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI), Mufli menyelesaikan pendidikan Diploma III (D3) Teknik Listrik di Politeknik Bunda Kandung pada 2007.
Setelah itu, ia tercatat melanjutkan studi jenjang sarjana di Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN). Namun, berdasarkan data yang tersedia, pendidikan tersebut tidak diselesaikan sehingga jenjang pendidikan terakhir yang terverifikasi adalah Diploma III.
Latar belakang pendidikan tersebut kemudian menjadi salah satu topik yang ramai diperbincangkan publik setelah dirinya dipercaya mengisi jabatan komisaris di PT Krakatau Posco.
Penunjukan Mufli sebagai komisaris memunculkan berbagai pertanyaan dari publik mengenai mekanisme dan pertimbangan dalam proses pengangkatan pejabat di perusahaan tersebut.
Perhatian warganet juga sempat tertuju pada situs resmi PT Krakatau Posco setelah beredar unggahan yang memperlihatkan halaman berisi daftar direksi dan komisaris tidak dapat diakses.
Hal itu memunculkan beragam spekulasi di media sosial. Namun, hingga kini belum ada keterangan resmi dari PT Krakatau Posco mengenai penyebab perubahan atau tidak dapat diaksesnya halaman tersebut.
Baik Mufli Budi Ananda maupun manajemen PT Krakatau Posco juga belum memberikan pernyataan resmi terkait berbagai tanggapan publik atas pengangkatannya sebagai komisaris.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)