Perly Haryadi mengatakan, pertemuan terakhir dengan sang putra terjadi saat Zalendra berpamitan untuk mengikuti pendidikan di Jakarta.
Namun, rasa bangga keluarga berubah menjadi duka mendalam setelah kabar meninggalnya Zalendra diterima melalui sambungan telepon sekitar pukul 12.00 WIB.
Perly mengaku keluarga sempat memperoleh informasi bahwa kondisi fisik anaknya menurun selama menjalani pendidikan Denjaka. Meski begitu, hingga kini pihak keluarga belum mengetahui penyebab pasti meninggalnya prajurit muda tersebut.
“Sempat ada kabar kondisi kesehatannya menurun dan kurang fit, tetapi penyebab pastinya kami belum mengetahui,” ujarnya.
Sejak Januari 2026, Zalendra mengikuti pendidikan Denjaka, pasukan khusus TNI AL yang dikenal memiliki standar latihan ekstrem dengan disiplin, ketahanan fisik, dan mental yang sangat ketat.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)