“Kami menghadirkan suasana belajar yang nurturing dan personal. Anak-anak bukan hanya belajar, tetapi juga merasa aman, nyaman, dan dicintai selama berada di lingkungan sekolah,” kata Puspita Andayani.
Di sisi lain, Konselor Mella Noviani menilai komunikasi terbuka antara sekolah dan orang tua dapat membantu mendeteksi persoalan anak sejak dini, termasuk perubahan perilaku maupun kondisi emosional anak.
“Melalui open-door policy dan laporan harian online, orang tua dapat memantau perkembangan fisik maupun emosional anak setiap hari. Dengan komunikasi yang terbuka, potensi masalah dapat dideteksi lebih dini,” jelas Mella Noviani.
Kasus Little Aresha sendiri kini masih menjadi perhatian publik dan memunculkan desakan agar standar keamanan daycare di Indonesia semakin diperketat, mengingat meningkatnya kebutuhan keluarga urban terhadap layanan penitipan anak.
(Khafid Mardiyansyah)