JAKARTA - Generasi muda, khususnya mahasiswa, didorong untuk mengambil peran aktif sebagai penggerak perubahan di tengah berbagai tantangan dan ketidakpastian masa depan. Keberanian untuk memulai dan berkontribusi menjadi kunci dalam menciptakan dampak nyata di masyarakat.
Dorongan tersebut mengemuka dalam peresmian program Novo Club batch ke-4 yang melibatkan lebih dari 150 ribu peserta dari berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Barat hingga Timur. Inisiatif ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengasah kapasitas diri, menguji gagasan, serta menghadirkan solusi konkret bagi persoalan di daerah masing-masing.
Program ini merupakan bagian dari ekosistem nasional yang diinisiasi oleh ParagonCorp sejak 2023. Melalui pendekatan kolaboratif, mahasiswa tidak hanya dibekali teori, tetapi juga didorong untuk terjun langsung ke lapangan dalam mengembangkan berbagai inisiatif sosial.
CEO Paragon Nurhayati Subakat Entrepreneurship Institute (NSEI), Salman Subakat, menekankan pentingnya keberanian generasi muda untuk memulai, meskipun belum sepenuhnya siap. Ia menyebut masa muda sebagai waktu yang tepat untuk mencoba, belajar, dan menentukan arah hidup.
"Banyak perubahan besar di dunia ini tidak dimulai dari orang yang paling siap, tetapi dari mereka yang cukup berani untuk melangkah. Jangan tunggu sempurna untuk memulai. Karena semua orang hebat hari ini pernah berada di titik yang sama belum siap, tetapi tetap melangkah," ujar Salman, Minggu (27/4/2026).
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Brian Yuliarto, turut mengapresiasi kehadiran Novo Club sebagai ekosistem pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda. Menurutnya, program ini menjadi ruang penting untuk mempertemukan ilmu pengetahuan, pengalaman, serta keberanian dalam menghadapi masa depan yang penuh ketidakpastian.
“Yang kita siapkan hari ini adalah cara berpikir, nilai yang dipegang, serta keberanian yang dimiliki untuk menghadapi masa depan yang penuh dengan ketidakpastian,” ujarnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)