Setelah keluar dari ITB, Zahid menjalani masa gap year selama sekitar 1,5 tahun. Waktu tersebut dimanfaatkan untuk belajar dan mencari peluang baru, termasuk mencoba beasiswa ke luar negeri.
Pada akhirnya, ia mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan di Jepang dan kini tengah menunggu waktu wisuda.
“Selama gap year aku banyak belajar tentang kehidupan di negara lain, sampai akhirnya dapat kesempatan kuliah di Jepang,” katanya.
Zahid menegaskan bahwa perjalanan menemukan passion tidak selalu berjalan lurus dan kerap diwarnai tantangan. Namun, keberanian untuk mencoba dan mengambil keputusan besar menjadi kunci dalam menemukan jalan hidup yang tepat.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)