RI Dinilai Harus Segera Susun Preferential Trade Agreement

Meliana Tesa, Jurnalis
Senin 29 Januari 2024 09:39 WIB
Pakar Hukum dan Bisnis Perdagangan Prof Ariawan (Foto: Okezone)
Share :

Pada pertemuan bilateral, lanjut Ari, kedua pemimpin negara merencanakan kolaborasi yang melibatkan berbagai sektor, mulai dari perdagangan hingga kesehatan serta upaya konkret yang dapat diambil oleh kedua negara.

“Kunjungan ini mencerminkan tekad kedua negara untuk menghadapi tantangan bersama dan mendorong pertumbuhan yang saling menguntungkan guna menciptakan kemitraan yang semakin kuat dan kokoh di masa depan antara Tanzania dan Indonesia,” Jelas Ariawan, yang merupakan Profesor termuda, alumni Universitas Indonesia.

Menurut Ariawan., kedua negara perlu untuk segera menyusun preferential trade agreement di tahun ini sehingga menciptakan lingkungan perdagangan yang lebih efisien, merangsang pertumbuhan ekonomi, dan secara keseluruhan memperkuat hubungan bilateral di bidang perdagangan antara kedua negara.

Lebih lanjut, Ari yang juga Guru Besar Universitas Tarumanagara ini mencotohkan peningkatan kerja sama di sektor minyak dan gas melalui pengelolaan Blok Gas Mnazi Bay oleh Pertamina di Mnazy Bay dan pemberian pelatihan kepada pegawai Tanzania Petroleum Development Corporation (TPDC), merupakan bentuk trade agreement yang konkret.

"Kedepannya, Indonesia dan Tanzania juga perlu untuk merealisasikan kerjasama di sektor hulu dan hilir migas, termasuk peluang investasi hilir pada stasiun CNG dan pasokan Mini LNG dengan Medco Energi serta rencana investasi Sinka Sinye Agrotama (SSA) di bidang pupuk. Selain itu, guna melindungi investasi yang dilakukan kedua negara, maka saya berpandangan bahwa kedua negara perlu untuk segera membuat bilateral investment treaty (BIT)," sambung Ariawan.

Kerjasama Indonesia Tanzania

Dalam pertemuan Presiden Jokowi dan Presiden Republik Tanzania, Samia Suluhu Hassan Indonesia akan memberikan dukungan kepada Tanzania melalui serangkaian inisiatif. Salah satunya adalah komitmen untuk merestorasi dan meningkatkan kinerja Farmer’s Agriculture and Rural Training Center (FARTC) di Morogorodan menyelenggarakan pelatihan sumber daya manusia di sektor minyak dan gas serta pertanian, sebagai upaya meningkatkan kapasitas dan keahlian para tenaga kerja di kedua sektor tersebut. Selain itu, Indonesia akan berperan aktif dalam menerapkan National Single System, suatu system yang bertujuan untuk memperkuat integrasi dan efisiensi dalam manajemen sumber daya nasional serta merampungkan grand design pembangunan lima tahun ke depan untuk Afrika.

Terkait kesehatan, Presiden Jokowi menyebut bahwa perusahaan farmasi Indonesia berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan medis di Tanzania. Presiden Jokowi menekankan pentingnya menjalankan penjajakan intensif antara Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia dan Otoritas Obat dan Medis Tanzania.

Tujuan dari penjajakan ini adalah untuk mempercepat proses registrasi produk farmasi. Presiden menggarisbawahi bahwa kerja sama yang erat antara kedua badan pengawas ini akan memberikan dampak positif seperti memastikan ketersediaan produk medis yang aman dan berkualitas serta memastikan akses yang lebih baik terhadap perawatan medis di Tanzania.

(Taufik Fajar)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya