Solusi UI Atasi Stunting, Intervensi Gizi hingga Tablet Tambah Darah

Muhammad Refi Sandi, Jurnalis
Jum'at 24 November 2023 11:15 WIB
Solusi UI untuk mengatasi balita stunting (Foto: Freepik)
Share :

DEPOK - Akademisi memiliki peran penting untuk membantu pengentasan stunting atau balita tubuh pendek. Berbagai formula dilakukan agar stunting bisa menurun angkanya di Indonesia. Salah satunya dengan intervensi gizi.

Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) meresmikan platform learning center Positive Deviance Resources Center (PDRC) dan stunting resource center (SRC) sebagai sarana edukasi tenaga kesehatan (nakes) di seluruh Indonesia dalam upaya menekan angka stunting. Wakil Dekan Bidang Pendidikan sekaligus Ketua PDRC FKM UI, Asih Setiarini mengatakan dalam 10 tahun terakhir, stunting merupakan salah satu masalah gizi terbesar pada balita di Indonesia. Sebagai akademisi, kami merasa bertanggung jawab dan perlu mengambil peran untuk dapat memfasilitasi pemberian edukasi atau pelatihan terhadap tenaga kesehatan di Indonesia.

 BACA JUGA:

“Mengingat, tenaga kesehatan merupakan sumber rujukan informasi tentang kesehatan yang utama dan paling dipercaya oleh masyarakat," kata Asih, Jumat (24/11/2023).

Gizi dan TTD

Sementara itu, Penggagas Pengembangan Platform Learning Center PDRC FKM UI, Endang Achadi mengatakan beberapa faktor penting terkait kejadian stunting erat dengan perilaku masyarakat sehingga pemberian edukasi yang kuat berperan sangat penting dalam merubah perilaku sehat masyarakat. Berbagai program yang dilaksanakan di Indonesia sebagian besar termasuk program yang terbukti cost-effective.

 BACA JUGA:

Dalam penurunan stunting diantaranya pemberian ASI Ekslusif, makanan pendamping ASI (MPASI), suplemen vitamin A, pencegahan penyakit infeksi, imunisasi dasar lengkap, konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) bagi ibu hamil.

“Dan konsumsi makanan bergizi seimbang oleh ibu hamil," ucap Endang.

Endang menilai pemahaman stunting dan penyebab masih kurang dipahami masyarakat di Tanah Air. "Cakupan program tersebut masih tergolong rendah yang menunjukkan bahwa pemahaman tentang stunting dan faktor penyebab masih kurang dipahami oleh masyarakat," ujarnya.

Endang menyebut konten edukasi untuk tenaga kesehatan dapat diakses melalui Platform Learning Center PDRC FKM UI diantaranya stunting, anemia pada ibu hamil, dan pedoman singkat pemberian makanan bayi serta anak (PMBA). Lebih lanjut, Endang menekankan kehadiran SRC menjadi bukti nyata kontribusi dunia akademisi dengan berkolaborasi dan terlibat langsung dalam upaya pencegahan stunting dan penanggulangan gizi di Tanah Air.

"Ke depan SRC FKM UI diharapkan menjadi pusat kepakaran untuk kajian kebijakan, program pendidikan berkelanjutan, program pelatihan, program kegiatan pendampingan di masyarakat, diseminasi informasi, kajian keilmuan terkini serta perkembangan global terkait stunting," katanya.

(Marieska Harya Virdhani)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Edukasi lainnya