JAKARTA - Benda langit yang memiliki ekor dikenal dengan istilah komet. Salah satu komet langka bernama Nishimura bisa dilihat pekan ini, lho!
Komet Nishimura yang ditemukan sebulan yang lalu dapat terlihat dengan mata telanjang akhir pekan ini. Fenomena ini menawarkan kesempatan sekali dalam 437 tahun kepada para pengamat bintang untuk mengamati pengunjung angkasa tersebut. Mengapa namanya Nishimura? Terdengar seperti dari Jepang, bukan?
Asal Usul Nishimura
Bola batu dan es, yang ukuran pastinya masih belum diketahui, diberi nama setelah astronom amatir Jepang Hideo Nishimura yang pertama kali melihatnya pada 12 Agustus. Tak heran, komet itu diberi nama seperti namanya. Jarang sekali komet mencapai momen puncak visibilitasnya begitu cepat setelah ditemukan, kata Nicolas Biver, ahli astrofisika di Observatorium Paris.
“Sebagian besar ditemukan berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun sebelum mereka berada paling dekat dengan Matahari,” katanya kepada AFP dikutip dari Science Alert, Sabtu (9/9/2023).
Komet tersebut hanya mengorbit Matahari setiap 437 tahun, katanya, periode orbit yang panjang sehingga ia menghabiskan sebagian besar waktunya di bagian luar Tata Surya yang membeku. Saat komet mendekati Matahari dari luar angkasa, panasnya menyebabkan inti esnya berubah menjadi debu dan gas, sehingga membentuk ekor yang panjang.
Kapan Bisa Dilihat?
Cahaya Matahari terpantul dari ekor komet ini sehingga memungkinkan kita melihat komet dari Bumi. Nishimura yang memiliki nama ilmiah C/2023 P1 akan melintas paling dekat dengan Matahari pada 17 September.
BACA JUGA:
Komet tersebut akan berjarak 33 juta kilometer (20 juta mil) dari Matahari, kurang dari seperempat jarak antara Bumi dan Matahari, kata Biver. Komet tersebut kemudian akan melewati Bumi tanpa membahayakan pada jarak 125 juta kilometer.
Bagi para pengamat bintang, komet ini paling mudah diamati pada hari Sabtu dan Minggu pekan ini, khususnya di Belahan Bumi Utara. "Yang terbaik adalah melihat langit sebelum matahari terbit, ke arah timur laut di sebelah kiri Venus, di langit cerah, bebas polusi,” kata Biver.
Orang dengan teropong kecil akan dengan mudah dapat menikmati tontonan tersebut. Tapi, jika kondisi memungkinkan, komet tersebut juga bisa terlihat dengan mata telanjang.
"Ekor komet berwarna kehijauan karena mengandung lebih banyak gas daripada debu," kata Biver.
(Marieska Harya Virdhani)