Sungguh menarik bukan?
Biota laut dituntut untuk memiliki keahlian memprediksi terjadinya badai agar dapat menyelamatkan diri. Jika mamalia laut dan ikan tidak berhasil lolos dari badai, mereka akan
BACA JUGA:
terjebak pada muara, sungai, atau perairan air tawar lain yang mematikan. Misalnya, Survei Geologi AS menemukan bahwa pada Badai Andrew pada tahun 1992, diperkirakan 9,4 juta ikan laut mati akibat sumbatan sedimen pada insang dan perubahan tekanan dalam air yang membentuk gelembung gas nitrogen mematikan.
Selain mematikan bagi ikan, badai juga merusak biota laut lainnya. Menurut kepala ilmuwan di Smithsonian Marine Station, Valerie Paul, setelah terjadinya badai, padang lamun dan terumbu tiram terkubur oleh sedimen. Maka, penting bagi hewan laut untuk dapat memprediksi kapan terjadinya badai dan berusaha menyelamatkan diri ke perairan yang lebih aman.
(Marieska Harya Virdhani)