Siswa hanya diminta untuk menggerakkan kepala yang berfungsi sebagai navigasi daring pengganti mouse atau tetikus untuk mengoperasikan media pembelajaran sesuai kebutuhan siswa. Inovasi media pembelajaran ini juga memudahkan para guru dan tenaga pengajar lainnya, dalam mengelola materi pembelajaran secara digital yang dapat diakses oleh siswa/ dimana saja dan kapan saja.
BACA JUGA:
Untuk sementara, aplikasi ini sudah disosialisasikan dan digunakan oleh sekolah inklusif Galuh Handayani Surabaya dalam proses belajar mengajar. Selanjutnya Romi dan tim berencana untuk terus mengembangkan hasil karyanya agar dapat digunakan secara masif untuk sekolah-sekolah inklusif lainnya di Surabaya.
(Marieska Harya Virdhani)