Makna Sumpah Palapa Gajah Mada, Sejarah dan Isi Lengkap

Sri Kurnia Ningsih, Jurnalis
Jum'at 11 Agustus 2023 13:48 WIB
Makna Sumpah Palapa Gajah Mada (Foto: Okezone/Wikipedia)
Share :

Menurut Zoetmulder seorang Sastra Jawa, kata “Palapa” dalam amukti pala itu sama halnya dengan kata “palapan” atau palapa dalam bahasa Jawa Kuno.

Yang artinya memiliki arti sifat yang menarik, memikat hati, dan mendatangkan kebaikan. Juga dimaknai sebagai kesenangan atau istirahat yang dinikmati seseorang setelah mengerjakan tugas-tugasnya.

Gajah Mada sendiri merupakan seorang panglima perang dan tokoh yang sangat berpengaruh pada zaman Kerajaan Majapahit.

Usia yang masih 19 tahun, Gajah Mada berhasil menyelamatkan rajanya yang bernama Prabu Jayanegera.

Oleh karena kecakapannya, pada 1319 dia diangkat sebagai Patih Kahuripan. Pada 1329, Patih Majapahit yang bernama Aryo Tadah, menunjuk Gajah Mada untuk menggantikan dirinya.

Gajah Mada sendiri bisa menetapkan kebijaksanaan dan memformulasikan strategi-strategi untuk mencapai tujuan dalam mengembangkan Majapahit. Gajah Mada mampu membuat satu visi Persatuan Nusantara, sehingga Majapahit mempunyai kekuasaan melebihi Jawa.

Visi Gajah Mada tersebut ditransformasikan ke dalam misi beliau melalui Sumpah Palapa. Berdasarkan misi Sumpah Palapa, selanjutnya ditentukan sasaran dan tujuan segar lebih terperinci untuk dilaksanakan.

Bentuk dari pembagian misi itu, Gajah Mada menentukan wilayah-wilayah yang menjadi sasaran dan tujuan penaklukan dari Sumpah Palapa.

Wilayah-wilayah yang menjadi sasaran Gajah Mada yaitu Gurun, Seran, Tanjungpura, Haru Pahang, Dompo, Bali, Sunda, Palembang, dan Tumasik. Bahkan dalam sumpahnya, Gajah Mada sesumbar akan berusaha menaklukkan pulau-pulau di luar Majapahit, sebelum ia akan beristirahat.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya