JAKARTA - Buaya selama ini digambarkan sebagai hewan pendiam yang tanpa basa-basi menyergap mangsanya. Dalam budaya Betawi, tenun juga dinilai sebagai hewan yang setia. Pernahkah bertanya-tanya, bagaimana sih bahasa buaya saat berkomunikasi?
Peneliti Sonnie Flores dari University of the Sunshine Coast mengatakan buaya merupakan hewan yang suka mengobrol. Mereka berkomunikasi dengan geraman, dentuman, geraman, tamparan, dan getaran tubuhnya.
"Kita tahu bahwa buaya adalah spesies reptil yang paling vokal," kata Flores, seperti dikutip dari ABC, Rabu (9/8/2023).
BACA JUGA:
Flores yang bekerja sama dengan Dr Dwyer dan ahli ekologi akustik Dominique Potvin, dari University of the Sunshine Coast mencoba meneliti komunikasi buaya. Mereka bekerja dengan menggunakan pemantauan video infra merah 24 jam.
Selain itu mereka juga melakukan penelitian dengan mengandalkan rekaman suara. Ini memungkinkan para peneliti untuk mengkorelasikan suara buaya dengan perilaku atau reaksi dari reptil.
BACA JUGA:
"Ada banyak geraman, ada juga suara menderu yang belum pernah kita lihat. Dan kita menemukan buaya bisa mendesis dan geysering narial. Geysering narial adalah bentuk pacaran mereka," kata Dwyer.
"Buaya juga mengeluarkan suara yang menunjukkan bahwa ia tidak sehat atau mungkin mengeluarkan suara yang menunjukkan bahwa ia benar-benar lapar, atau sebenarnya ada sekelompok besar dari mereka," ucap Potvin.
Kita mungkin juga dapat menggunakan data untuk mendeteksi ketika pejantan yang lebih besar menunjukkan perilaku teritorial yang dapat menimbulkan ancaman bagi orang yang menggunakan jalur air. Dengan fakta terbaru ini, akan menambah wawasan manusia tentang predator buas tersebut.
(Marieska Harya Virdhani)