JAKARTA - Darah tinggi atau hipertensi bisa dikelola dengan asupan makan yang tepat dan rendah garam atau natrium. Gizi seimbang dapat membantu tubuh menjadi lebih sehat. Pesan itu yang disampaikan para akademisi dan ahli dalam Umami Festival 2023.
Laman resmi Kementerian Kesehatan menyebutkan hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg pada dua kali pengukuran dengan selang waktu lima menit dalam keadaan cukup istirahat atau tenang. Hipertensi memicu penyakit komplikasi lainnya seperti jantung dan stroke.
BACA JUGA:
Melalui kegiatan edukasi bijak garam, para ahli mengedukasi masyarakat untuk mengurangi prevalensi hipertensi atau darah tinggi melalui pengurangan asupan garam namun tetap menjaga kelezatan makanan. Salah satunya dengan mengatur asupan makanan.
Guru Besar IPB University dan Ahli Gizi serta Ketua Umum PERGIZI PANGAN Indonesia, Prof Hardinsyah menjelaskan ada beberapa cara untuk mengendalikan asupan garam. Tentu yang sesuai dengan kebiasaan atau pola konsumsi masyarakat Indonesia.
Menurutnya tak bisa dipungkiri, kebiasaan masyarakat Indonesia dalam membuat masakan memang banyak menggunakan bumbu dan rempah yang memiliki cita rasa tinggi. Sedangkan dalam berbagai bumbu dan rempah itu juga sudah cukup banyak terkandung natrium.
BACA JUGA:
"Cobalah dengan berbagai bumbu rempah adalah dengan hanya manambahkan garam dapur dalam jumlah yang sedikit sekali," ujar Prof Hardinsyah dalam keterangan yang diterima Okezone, Selasa (8/8/2023).
Menurutnya jika kita ingin makanan yang kita konsumsi memiliki cita rasa yang tinggi, namun juga ingin diet rendah garam bisa dengan menggunakan bumbu umami seperti MSG. Banyak penelitian di luar negeri seperti di Jepang, menunjukkan bahwa penggunaan MSG bisa menjadi strategi diet rendah garam.
"Sebab, kandungan natrium dalam MSG hanya 1/3 dari kandungan natrium pada garam dapur biasa,” katanya.
Head of Corporate Communications Dept PT Ajinomoto Indonesia Grant Sanjaya mengatakan pola masak yang tepat membantu para masyarakat urban yang sibuk, sehingga bisa tetap menjaga kesehatan mereka melalui asupan gizi seimbang yang lezat. Hal itu juga dilakukan dengan menurunkan asupan garam dengan memasak menu praktis.
"Sehingga semakin banyak masyarakat Indonesia yang bisa menghindari resiko hipertensi” kata Grant Senjaya.