SEMARANG - MTs Aswaja Tengaran adalah salah satu satuan pendidikan dengan jenjang MTs (setara SMP) di Tengaran, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.
Sekolah yang berdiri pada tahun 1978 ini berada di bawah naungan Kementerian Agama dan memiliki alamat di Jl. Masjid Besar No. 32, Tengaran, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.
Baru-baru ini, MTs Aswaja Tengaran mengadakan kegiatan literasi keuangan untuk seluruh peserta didiknya. Kegiatan ini disampaikan oleh pemateri dari Danarta Anugrah Divina, Arwani dan Yohanes.
Tujuan dilaksanakannya literasi keuangan adalah agar para peserta didik bisa mengenali profil dirinya perihal keuangan dan belajar mengelola keuangan agar di kemudian hari tidak mengalami persoalan keuangan.
Selain itu, para peserta didik juga diajarkan mengenai dampak yang terjadi apabila seseorang tidak bisa mengelola keuangannya dengan baik. Materi yang disampaikan begitu menarik dan dibawakan dengan bahasa sederhana dan penuh gelak tawa.
“Literasi keuangan sejak di bangku sekolah sangat penting karena dapat membantu para peserta didik dalam memahami pentingnya pengelolaan keuangan dan dapat membantu mereka dalam mempersiapkan diri untuk masa depan.” kata salah satu pemateri, Arwani.
Pemateri lainnya, Yohanes menyatakan bahwa materi yang disampaikan bersifat ringan dan menyenangkan, sehingga siswa mampu menangkap inti pesan dari materi tersebut.
“Kami menjelaskan kepada mereka dengan bahasa yang santai namun kaya makna. Kami sertakan juga contoh-contoh yang bisa dilihat sehari-hari.”, kata Yohanes menambahkan.
Sementara itu, Kepala Sekolah MTs Aswaja Tengaran, Hafid Zaen Akhmad yang akrab disapa Pak Hafid, menyampaikan bahwa MTs Aswaja Tengaran ingin selalu memberikan yang terbaik bagi seluruh peserta didiknya.
“Dengan segala keterbatasan yang kami miliki, kami selalu berusaha ingin memberikan yang terbaik bagi peserta didik kami, termasuk pendidikan dalam hal literasi keuangan. Terlebih, sebagian besar peserta didik kami datang dari keluarga yang kurang mampu secara ekonomi. Kami ingin memutus mata rantai itu agar peserta didik kami bisa mengangkat harkat dan derajat keluarganya,” ujarnya.
(Khafid Mardiyansyah)