Sistem tersebut mempunyai wilayah perawanan konvektif dengan kecepatan angin yang maksimum yang mencapai 34 knot pada lebih dari setengah wilayah yang melingkari pusatnya, dan bertahan setidaknya selama 6 jam.
Siklon tropis terbentuk di belahan bumi selatan dan belahan bumi utara yang mempunyai ciri tersendiri. Di belahan bumi bagian utara, siklon tropis mempunyai arah putaran searah jarum jam yang pada umumnya bergerak ke arah barat atau barat laut.
Sedangkan di belahan bumi selatan, arah putaran berlawanan dengan arah jarum jam dan pada umumnya bergerak ke arah barat atau barat daya.
Proses terjadinya Siklon tropis
Awal proses pembentukannya, suhu permukaan laut yang hangat akan menyebabkan sistem tekanan rendah di wilayah tersebut. Sehingga membentuk kumpulan awan-awan konvektif (wan cumulonimbus).
Kemudian, awan-awan tersebut membentuk sabuk melingkar. Dan tekanan udara permukaan akan menurun sampai kurang dari 1000 mb. Disamping itu, kecepatan angin maksimum akan meningkat hingga mencapai 60 km/jam.