Program Pengabdian Masyarakat Mahasiswa Universitas Brawijaya Sasar 1000 Desa di Jatim

Antara, Jurnalis
Senin 27 Februari 2023 14:15 WIB
Wakil Ketua Program MMD Universitas Brawijaya (UB) Yusron Sugiarto/Antara
Share :


MALANG - Program pengabdian masyarakat Mahasiswa Membangun Desa (MMD) yang menjadi mata kuliah wajib bagi mahasiswa angkatan 2019-2022 menyasar seribu desa di wilayah Jawa Timur, dengan jumlah peserta 14.000 mahasiswa.

Wakil Ketua Program MMD UB, Yusron Sugiarto, S.T.P., M.P., M.Sc., Ph.D di Malang, Jawa Timur, Minggu, mengatakan MMD dibuat agar tidak terjadi bentrok antar-fakultas dalam melakukan kegiatan pengabdian masyarakat.

"Dulu banyak jenis program pengabdian masyarakat, seperti KKN kebangsaan dan KKN Tematik. Pada saat di lapangan ternyata lokasi kegiatan KKN banyak yang bentrok. Akhirnya, mahasiswa rebutan program yang mereka laksanakan bersama-sama. Karena bentrok, akhirnya apa yang direncanakan tidak bisa berjalan maksimal," katanya.

Dari kondisi di lapangan tersebut, kata Yusron, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UB berinisiatif mengintegrasikan kegiatan pengabdian masyarakat berfokus pada satu program bernama MMD.

MMD adalah kegiatan wajib bagi mahasiswa angkatan 2020, 2021 dan 2022. Kegiatan ini mendapatkan bobot empat SKS dan ketika mahasiswa sudah mengikuti KKN, tidak perlu mengikuti kegiatan MMD. Bisa pilih salah satu, KKN atau MMD.

"Pada tahun 2023,semua kegiatan pengabdian kepada masyarakat mahasiswa difokuskan ke dalam MMD," kata pria yang juga menjabat Ketua Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LPPM UB ini.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya