Melainkan karena Dyah Pitalokanya sendiri.
Carita Parahyangan menegaskan bahwa timbulnya Perang Bubat adalah karena Dyah Pitaloka lebih memilih orang Jawa menjadi suaminya daripada orang Sunda.
Padahal saat itu ia juga sudah beberapa kali dipingan oleh beberapa pria dari Sunda. Selain itu, Perang Bubat juga dipicu karena kutukan yang harus diterima oleh Prabu Wangi.
Namun, dalam tragedi Perang Bubat, Dyah Pitaloka akhirnya memutuskan bunuh diri setelah mendapati ayahnya, Prabu Wangi dan semua pnegiring rombongan tewas.
Kini dengan teknologi yang sudah maju, memunculkan wujud dari Dyah Pitaloka Citraresmi yang disebut-sebut memiliki kecantikan yang luar biasa.
Akun Instagram @ainnusantara membagikan potret Dyah Pitaloka Citraresmi melalui teknologi artificial intelligence (AI) berdasarkan Arca Nhay Ambetkasih.
Dalam gambar itu, tampak wajah Dyah Pitaloka Citraresmi sangat cantik dan mempesona. Sehingga tidak heran jika Hayam Wuruk ingin menjadikannya sebagai permaisuri.
“I asked AI to imagine Dyah Pitaloka Citraresmi based on Nhay Ambetkasih statue," tulis akun tersebut dikutip, Senin (20/2/2023).
Teknologi AI merupakan sistem kecerdasan buatan yang diterapkan pada mesin terutama sistem komputer. Teknologi tersebut memungkinkan manusia untuk mengidentifikasi gambaran wajah seseorang agar terlihat lebih nyata.